Sulsel

Selamatkan Lahan Pertanian di 24 Kabupaten Kota, Gubernur Sulsel Kerahkan Pompanisasi dan Sumur Bor

24
×

Selamatkan Lahan Pertanian di 24 Kabupaten Kota, Gubernur Sulsel Kerahkan Pompanisasi dan Sumur Bor

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,MAKASSAR–– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat mengantisipasi dampak kekeringan yang mengancam lahan pertanian di sejumlah daerah seiring menghadapi puncak musim kemarau dan potensi dampak fenomena El Nino.

Pemprov Sulsel melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) membentuk satuan tugas (satgas) pertanian dengan melibatkan dinas pertanian di 24 kabupaten/kota. Tim tersebut dikerahkan secara serentak ke wilayah terdampak untuk melakukan penanganan kekeringan.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus menyelamatkan lahan persawahan petani dari ancaman kekurangan air.

“Saat ini tim pertanian Provinsi bersama 24 kabupaten kota tengah melakukan giat secara serentak penanganan kekeringan tanaman padi melalui pompanisasi di semua daerah yang terdampak,” kata Andi Sudirman, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Serahkan Tali Asih ke 2 Ahli Waris Korban Banjir Meninggal di Bone

Sementara itu, Plt Kepala Dinas TPHBun Sulsel, Bustanul Arifin, mengatakan tim di lapangan berkoordinasi dengan dinas pertanian kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas pengamatan organisme pengganggu tanaman untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.

Menurutnya, penanganan dilakukan dengan dua skema, yakni pompanisasi bagi lahan yang masih memiliki sumber air dan pembangunan sumur bor bagi persawahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar lahan.

“Prinsipnya ada dua, yaitu dilakukan pompa air bagi lahan yang dimungkinkan masih memiliki sumber air dan sumur bor bagi lahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar persawahan,” ujar Bustanul.

Pemprov Sulsel, kata dia, saat ini memfokuskan penanganan dengan menyalurkan sekitar 300 unit pompa air dan membangun sekitar 100 titik sumur bor di wilayah yang mengalami kekeringan.

Baca Juga:  Dihadiahi Umrah Gubernur, Andi Dhiemas Jadi Terbaik Komcad ASN Sulsel, Ikuti Jejak Sang Ayah Mantan Bupati Bone Kolonel Andi Amir.

Intervensi tersebut ditujukan untuk memastikan lahan pertanian yang masih memiliki potensi produksi tetap memperoleh pasokan air sehingga tanaman padi tidak mengalami kerusakan lebih parah.

“Jadi sementara kita fokuskan kurang lebih 300 pompa air dan bantuan sumur bor kurang lebih 100 titik di seluruh wilayah yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau dan dampak El Nino ke depan,” jelasnya.

Bustanul menyebut salah satu tantangan yang dihadapi adalah belum optimalnya sejumlah jaringan irigasi teknis. Gangguan jaringan irigasi, terutama di bagian hulu, dapat memengaruhi distribusi air hingga ke lahan persawahan di bagian hilir.

“Makanya sekarang kita lakukan penanganan jangka pendek, pompa air dan sumur bor digunakan untuk mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Beri Bantuan Pengobatan untuk Balkis, Remaja Bantaeng yang Alami Gangguan Kerongkongan

Untuk penanganan jangka panjang, Pemprov Sulsel juga melakukan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi melalui program Multiyears Project. Program tersebut mencakup sekitar 39 daerah irigasi dengan cakupan sekitar 54.000 hektare sawah yang mengalami gangguan jaringan irigasi.

“Di hulunya, Pemprov Sulsel sementara melaksanakan pembangunan dan perbaikan irigasi yang masuk dalam Multiyears Project, sekitar 39 daerah irigasi dan sekitar 54.000 hektare sawah di seluruh wilayah yang mengalami gangguan jaringan irigasi,” tambah Bustanul.

Sementara di bagian hilir, penanganan dilakukan secara langsung melalui pompanisasi dan pembangunan sumur bor di titik-titik yang membutuhkan pasokan air.

“Hilinya itu tim langsung eksekusi di lapangan melalui bantuan pompa air dan sumur bor,” cetusnya.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan