KABARTA.ID,MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU 74.902.31, Jalan AP Pettarani, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Kamis (10/9/2026).
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di lapangan, menyusul terjadinya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam beberapa hari terakhir.
Dalam sidak itu, Andi Sudirman turun langsung memantau proses pengisian BBM, terutama Pertalite yang banyak digunakan kendaraan roda dua.
Saat berada di lokasi, antrean kendaraan terlihat cukup padat hingga mengular ke badan jalan. Dua barisan kendaraan tampak mengantre pada masing-masing sisi nozzle pengisian Pertalite untuk sepeda motor.
Gubernur juga mengecek operasional nozzle serta pelayanan kepada konsumen. Dari hasil pengecekan, ia mendapati terdapat empat nozzle pengisian, namun hanya satu operator yang bertugas melayani pengisian BBM.
“Bagaimana orang tidak antre kalau empat nozzle pengisian hanya satu operator melayani. Kemudian adanya modifikasi tangki dan kendaraan bolak-balik isi BBM,” ungkap Andi Sudirman.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena antrean panjang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan BBM, tetapi juga mekanisme pelayanan dan perilaku oknum yang berpotensi memanfaatkan situasi.
Andi Sudirman mengatakan, pemerintah perlu melakukan penelusuran secara menyeluruh untuk mengetahui faktor yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.
Pemprov Sulsel, kata dia, telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengecekan dan pengawasan di sejumlah SPBU.
Selain itu, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut membantu pihak Pertamina melalui satuan tugas (Satgas) untuk melakukan patroli serta pengawasan terhadap ketertiban pengisian BBM di SPBU.
Andi Sudirman meminta seluruh pihak terkait memperkuat koordinasi dan meningkatkan pemantauan di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan yang menjadi pemicu antrean panjang dapat segera diidentifikasi dan ditangani.
“Kami juga berkoordinasi Bapak Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin terkait pendampingan kepolisian dan TNI terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi saat ini. Tentu kami akan kawal tertib pengisian sekaligus pantau jumlah stok,” pungkasnya.
(Ju)*











