Daerah

Gau Maraja 2026 di Ujung Selatan Bone, Wabup Bone Andi Akmal Buka Festival Maritim Lampu’ Toae

55
×

Gau Maraja 2026 di Ujung Selatan Bone, Wabup Bone Andi Akmal Buka Festival Maritim Lampu’ Toae

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,BONE — Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Budaya Maritim Lampu’ Toae Zona ke-6 Gau’ Maraja 2026 di ujung Selatan Kabupaten Bone, di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Senin (28/9/2026).

Festival yang diselenggarakan Pemerhati Seni dan Budaya Bone (PSBB) Sangdara Periode 2025–2026 tersebut menjadi ruang untuk mengangkat seni, tradisi, sejarah, serta pengetahuan lokal masyarakat pesisir Kabupaten Bone. Kegiatan ini mengusung tema “Revitalisasi Kearifan Lokal sebagai Upaya Penguatan Identitas Masyarakat Pesisir Bone.”

Festival Maritim Lampu’ Toae juga menjadi momentum memperkenalkan kembali potensi sejarah dan budaya yang terdapat di Desa Angkue. Lampu’ Toae dinilai memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang penting untuk terus dikaji, diperkenalkan, serta diwariskan kepada generasi muda.

Ketua PSBB Bone Sangdara, Wiwin Wahyuni, S.Tr.AB., mengatakan kegiatan tersebut terlaksana melalui fasilitasi pemajuan kebudayaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival.

Menurut Wiwin, pemilihan Lampu’ Toae sebagai lokasi kegiatan merupakan upaya untuk memperkenalkan kembali kekayaan sejarah dan budaya yang ada di wilayah Kajuara. Ia berharap generasi muda dapat mengenal dan ikut menjaga warisan budaya yang ada di daerahnya.

Baca Juga:  Buka Kegiatan Pelatihan Kader Lanjut PMII Bone, Ini Harapan Sekda Bone

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Yayasan Lontara Hijau melalui penyediaan 1.000 bibit mangrove serta 2.000 bibit pohon dan buah. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekosistem kawasan pesisir Desa Angkue.

Perwakilan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Sulawesi Selatan, Iswadi, S.S., M.A., menyampaikan bahwa pihaknya terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, komunitas budaya, serta berbagai pihak dalam mendukung pemajuan kebudayaan.

Dalam rangkaian festival, Wakil Bupati Bone turut melakukan penyerahan bibit mangrove secara simbolis. Selain itu, masyarakat juga membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter sebagai simbol semangat kebangsaan dan persatuan dalam menjaga budaya, lingkungan, serta daerah.

Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi pelaksanaan festival yang memadukan unsur budaya, maritim, lingkungan, dan semangat kebangsaan tersebut. Menurutnya, budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Baca Juga:  Bupati Bone Kunjungi Wilayah Pegunungan Ponre, Komitmen Infrastruktur Berkeadilan

“Budaya dan lingkungan adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus kita dukung agar nilai-nilai budaya tetap hidup sekaligus kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Andi Akmal.

Andi Akmal juga menyoroti potensi kawasan mangrove dan lingkungan pesisir Desa Angkue yang dinilai dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata. Menurutnya, pengembangan potensi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif penggerak ekonomi masyarakat sehingga tidak hanya bergantung pada sektor penangkapan ikan.

“Ke depan, kita tidak hanya bergantung pada penangkapan ikan laut. Bagaimana kita memaksimalkan potensi yang ada di desa ini untuk ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bone akan melihat peluang pengembangan kawasan mangrove di Desa Angkue secara lebih serius. Bahkan, rintisan pengembangan wisata mangrove diharapkan dapat mulai didorong pada tahun mendatang melalui dukungan pemerintah daerah.

“Insyaallah tahun depan kita coba membuat rintisan untuk mangrove di Desa Angkue ini. Kita lihat potensinya dan kita berikan dorongan anggaran dari APBD Kabupaten Bone,” ujarnya.

Andi Akmal juga mendorong agar festival budaya dan pariwisata seperti Lampu’ Toae dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, Desa Angkue memiliki sejumlah modal pengembangan, mulai dari Kampung Nelayan Merah Putih, kawasan mangrove, pelabuhan hingga potensi budaya masyarakat pesisir.

Baca Juga:  Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi, ICRAF Latih Fasilitator Papa Gizi di Bone

Ia berharap kolaborasi pemerintah, komunitas budaya, masyarakat, dunia pendidikan dan generasi muda dapat terus diperkuat. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Festival Maritim Lampu’ Toae diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi turut membuka ruang pengembangan wisata, pelestarian budaya, dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir Bone.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bone, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, unsur Tripika Kecamatan Kajuara, para camat, kepala desa dan lurah, kepala sekolah se-Kecamatan Kajuara, komunitas budaya, pemuda, pemerhati kebudayaan serta masyarakat.

Festival Budaya Maritim Lampu’ Toae Zona ke-6 Gau’ Maraja 2026 menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menjaga ekosistem pesisir. Melalui kolaborasi berbagai pihak, potensi maritim dan budaya Desa Angkue diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan destinasi wisata serta ekonomi masyarakat di kawasan Bone Selatan. (Ju)*

Tinggalkan Balasan