KABARTA.ID, BONE— Semangat gotong royong kembali tumbuh di Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone. Melalui program Polisi Peduli Warga Pelosok yang digagas Kapolsek Bontocani, IPTU Kamaluddin, berbagai elemen masyarakat bersama pemerintah daerah, lembaga sosial, dan pelaku usaha bahu-membahu memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar warga di wilayah terpencil.
Program tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat. Selain melibatkan personel kepolisian dan warga setempat, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bone, Baznas Bone, serta sejumlah pengusaha lokal.
Sejak dilaksanakan, kegiatan gotong royong telah menjangkau sejumlah desa di Kecamatan Bontocani, di antaranya Dusun Langi Desa Watangcani, Dusun Soppo dan Dusun Langi Desa Langi, Dusun Baholangi Desa Bontojai, Dusun Ceppa dan Dusun Oro Desa Bana, Desa Bulu Sirua, Desa Pattuku, hingga Desa Erecinnong.
Secara bertahap, jalan yang telah diperbaiki mencapai sekitar 5 hingga 7 kilometer. Akses tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan warga dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik lainnya.
Kapolsek Bontocani IPTU Kamaluddin menegaskan bahwa program tersebut bukan untuk menggantikan tugas pembangunan yang menjadi kewenangan pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi sosial dalam membantu masyarakat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar.
“Gotong royong yang kami gagas di Bontocani berasal dari bantuan banyak penyumbang, termasuk dari Bapak Bupati Bone, Pemkab Bone, Baznas Bone, para pengusaha yang membantu gotong royong hampir seluruh desa di Bontocani,” ujar IPTU Kamaluddin, Senin (22/6/2026).
Menurut mantan Kasat Lantas Polres Maros itu, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat pelosok. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang warga, Pato, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepada warga di wilayah terpencil.
“Saya tidak sedang membandingkan dan tidak menyalahkan siapa pun. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Kapolda dan Kapolres Bone yang pernah menugaskan Pak Kamal di Bontocani. Sejak mengenal polisi, baru kali ini kami merasakan ada polisi yang benar-benar peduli kepada warga pelosok,” katanya.
Kehadiran program Polisi Peduli Warga Pelosok tidak hanya berdampak pada perbaikan infrastruktur jalan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak yang terlibat. Program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi dan gotong royong mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat di daerah terpencil.
Di tengah keterbatasan yang masih dihadapi wilayah pelosok, upaya bersama yang dibangun di Bontocani menjadi simbol hadirnya kepedulian dan harapan. Jalan yang diperbaiki bukan sekadar membuka akses transportasi, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Ju)*.











