Pangkep

Pangkep Raih Apresiasi Kemenkes, Desa Siaga TB 100 Persen Siap Jadi Percontohan Nasional

40
×

Pangkep Raih Apresiasi Kemenkes, Desa Siaga TB 100 Persen Siap Jadi Percontohan Nasional

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, PANGKEP— Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menuai pujian dari Kepementerian Kesehatan(Kemenkes) melalui Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, setelah seluruh desa di daerah tersebut berhasil membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TB). Keberhasilan itu membuka peluang Pangkep ditetapkan sebagai kabupaten percontohan nasional dalam program Desa Siaga TB.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Wakil Menteri Kesehatan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Ma’rang, Jumat (7/8/2026).

untuk meninjau pelaksanaan skrining tuberkulosis yang dipadukan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Rombongan pemerintah pusat disambut langsung oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Hj. Herlina, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga:  PT Semen Tonasa Tingkatkan Kesadaran Hukum Karyawan Lewat Diklat Legal for Non Legal

Wamenkes meninjau proses pemeriksaan TB menggunakan perangkat portable X-Ray sekaligus berdialog dengan tenaga kesehatan dan warga mengenai upaya deteksi dini penyakit tuberkulosis di Pangkep.

Benjamin mengaku terkesan dengan capaian Kabupaten Pangkep yang telah merealisasikan Desa Siaga TB di seluruh wilayahnya. Menurutnya, angka tersebut jauh melampaui rata-rata nasional yang baru mencapai sekitar 11 persen.

“Kami sangat terkejut karena Pangkep sudah mencapai 100 persen Desa Siaga TB. Ini pencapaian yang luar biasa. Secara nasional baru sekitar 11 persen. Kami melihat daerah ini sangat layak menjadi percontohan nasional untuk tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, puskesmas, hingga masyarakat dalam menjalankan program pengendalian tuberkulosis.

Baca Juga:  Dirut PT Semen Tonasa Lepas 11 Jemaah Calon Haji Keluarga Besar Perusahaan

Menurut Benjamin, kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat eliminasi TB melalui integrasi skrining menggunakan pemeriksaan sinar-X dengan Program Cek Kesehatan Gratis.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal bersama pasien TB. Langkah itu dinilai menjadi strategi efektif untuk memutus rantai penularan melalui deteksi dini serta pemberian terapi pencegahan bagi mereka yang belum terinfeksi.

“Jika ada satu anggota keluarga yang menderita TB, maka semua yang tinggal serumah harus diperiksa. Bagi yang belum sakit perlu diberikan obat pencegahan, sedangkan yang terkonfirmasi harus segera menjalani pengobatan. Kami berharap dukungan pemerintah daerah agar cakupan terapi pencegahan terus ditingkatkan sehingga angka kasus TB dapat terus ditekan,” tutupnya.

Baca Juga:  Nasywa Aqilah, Kafilah Pangkep Jadi Juara Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an MTQ Sulsel ke-34

(MUN)*

Tinggalkan Balasan