Edukasi

KKN Unhas Gelombang 116 Ajak Siswa di Kahu Biasakan Menabung Rp1.000 Sehari

14
×

KKN Unhas Gelombang 116 Ajak Siswa di Kahu Biasakan Menabung Rp1.000 Sehari

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini mulai ditanamkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 kepada siswa sekolah dasar di Desa Matajang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.

Melalui program kerja bertajuk GEMASI (Gemar Menabung Seribu Sehari), mahasiswa KKN Unhas mengajak siswa di SD Negeri 287 Matajang dan SD Inpres 12/79 Matajang untuk membiasakan diri menyisihkan uang saku sebesar Rp1.000 setiap hari.

Program tersebut dirancang sebagai edukasi sederhana agar siswa memahami bahwa menabung tidak harus dimulai dengan jumlah besar. Hal terpenting adalah membangun kebiasaan secara rutin dan konsisten.

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada siswa mengenai manfaat menabung, cara mengatur uang saku, serta pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan.

Baca Juga:  Efek Kafein Terhadap Cara Belajar Otak

Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, mahasiswa KKN mendorong siswa menjadikan kebiasaan menyisihkan uang sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Penanggung jawab program GEMASI, Atifatunnisa, mengatakan nominal Rp1.000 dipilih agar mudah diterapkan oleh siswa.

“Seribu rupiah mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dilakukan setiap hari dan menjadi sebuah kebiasaan, nilainya dapat memberikan dampak yang besar. Karena itu, melalui GEMASI kami ingin menanamkan kepada siswa pentingnya konsistensi, kedisiplinan, dan kesadaran dalam mengelola uang sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, hemat, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang.

Pelaksanaan GEMASI mendapat dukungan dari pihak sekolah. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan tenaga pendidik menjadi bagian penting agar edukasi mengenai pengelolaan keuangan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Baca Juga:  27 Pendekar dari Bone Akan Jadi Fasilitator Daerah, Dibekali 7 Jurus Hebat

Kepala UPT SD Negeri 287 Matajang, A. Syarifuddin, S.Pd., mengapresiasi program tersebut. Ia menilai GEMASI tidak hanya mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menabung, tetapi juga membantu mereka mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang.

“Kami dari Kepala UPT SD Negeri 287 Matajang beserta seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 atas partisipasinya dalam program GEMASI,” katanya.

Ia menyebut program tersebut juga relevan bagi siswa kelas VI yang mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang kelulusan.

“Selain mengajarkan anak-anak untuk menabung dan mempersiapkan kebutuhan sejak dini, GEMASI juga mendorong siswa, khususnya kelas 6, untuk memiliki persiapan menghadapi kebutuhan menjelang kelulusan,” ujarnya.

Baca Juga:  Fraksi Nasdem Bone Dorong Pembangunan Jalan, Bandara, Hingga Sirkuit

Menurutnya, kebiasaan menabung juga dapat membuat siswa lebih selektif dalam menggunakan uang saku, termasuk ketika membeli jajanan di lingkungan sekolah.

“Di sisi lain, siswa juga belajar lebih selektif dalam menggunakan uang, termasuk memilih jajanan di sekolah, sehingga semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan pengelolaan keuangan,” tambahnya.

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 berharap GEMASI tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi. Kebiasaan menyisihkan Rp1.000 setiap hari diharapkan terus diterapkan siswa secara konsisten.

Dari kebiasaan kecil tersebut, mahasiswa KKN berharap tumbuh karakter positif berupa kedisiplinan, kemandirian, sikap hemat, serta tanggung jawab yang dapat menjadi bekal bagi siswa dalam kehidupan mereka di masa mendatang.

Seribu rupiah sehari, satu kebiasaan baik untuk masa depan.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan