Daerah

Cetak Agropreneur Tangguh, Himpunan Mahasiswa Peternakan Gelar Seminar Nasional di Era Digital

159
×

Cetak Agropreneur Tangguh, Himpunan Mahasiswa Peternakan Gelar Seminar Nasional di Era Digital

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, MAKASSAR–– Himpunan Mahasiswa Jurusan(HMJ) Ilmu Peternakan UIN Alauddin Makassar sukses menggelar Seminar Nasional bertajuk “Agropreneur Muda di Era Digital, Inovasi, Regulasi dan Transformasi untuk Menyongsong Peternakan di Era VUCA.”, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas mahasiswa menghadapi tantangan dunia peternakan modern yang dipengaruhi perkembangan teknologi, dinamika pasar, serta persaingan global yang semakin ketat.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari berbagai institusi, masing-masing mengangkat perspektif berbeda yang memperkaya diskusi terkait masa depan agropreneur di Indonesia.

Pemateri pertama, Drh. Subaedy Yusuf, MP dari Farmer Support Center DDU Indonesia, menegaskan bahwa kemajuan sektor peternakan ke depan sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda yang kreatif dan adaptif. Menurutnya, agropreneur masa kini dituntut memiliki mindset kewirausahaan, efisiensi produksi, serta manajemen kesehatan ternak yang baik untuk meningkatkan daya saing industri peternakan nasional.

Baca Juga:  Usai Peringatan HUT XXII Luwu Utara, Bupati Swab Antigen. Ini Hasilnya

Sementara itu, Rizqan Halalah Mz, M.MSi dari BBPSDMP Kominfo Makassar, memaparkan pentingnya transformasi digital dalam dunia peternakan dan agribisnis. Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi digital, literasi data, dan pemanfaatan platform komunikasi menjadi kunci dalam memperluas pasar dan meningkatkan efektivitas usaha. “Digitalisasi menjadi faktor penting untuk bertahan dalam ekosistem VUCA yang serba cepat dan penuh ketidakpastian,” ujarnya.

Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Muhammad Ihsan Andi Dagong, S.Pt., M.Si, Wakil Dekan III Universitas Hasanuddin, membahas inovasi riset genetik sebagai penopang kemajuan industri peternakan masa depan. Ia mencontohkan pengembangan ALOPE Unhas 1 sebagai bukti kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak nasional. Menurutnya, penguatan riset genetik menjadi kebutuhan mendesak guna menciptakan industri peternakan yang efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Bupati Luwu Utara Usul Obat Gratis bagi Pasien COVID-19 yang Isoman

Melalui penyelenggaraan seminar tersebut, Himpunan Mahasiswa Ilmu Peternakan berharap lahirnya generasi agropreneur muda yang inovatif, berorientasi digital, dan mampu membawa sektor peternakan Indonesia menuju kemajuan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

(Ju)*