KABARTA.ID, BONE— Pagi baru saja menyingsing ketika Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., memulai perjalanannya. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, Kamis (11/6/2026).
Namun bagi orang nomor satu di Kabupaten Bone itu, hari kerja telah dimulai dengan satu misi besar, memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan.
Dari Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, perjalanan berlanjut ke Desa Pasempe, Kecamatan Palakka, hingga Desa Turu Adae, Kecamatan Ponre.
Bukan sekadar agenda seremonial, tetapi rangkaian langkah nyata yang menggambarkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam memerangi kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan stunting.
Di setiap lokasi, Bupati Bone menyapa warga, mendengarkan keluhan mereka, sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga penerima manfaat. Program Layanan Rujukan bagi Keluarga dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah daerah untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan.
Kelompok sasaran program ini meliputi perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, keluarga yang memiliki anak stunting, hingga lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.
Dalam kegiatan tersebut, Andi Asman didampingi Ketua Tim Eksekusi Pengentasan Kemiskinan, Penurunan Stunting, dan Permasalahan Sosial Terpadu (TEPAT) Bone, Dr. Ade Fariq Ashar, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bone Hasnawati Ramli, S.Sos., M.Si., Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam, Plt Kepala DPMD Bone Andi Akbar, Kasatpol PP Bone Andi Baharuddin, serta Kepala Dinas Kominfo Bone Anwar.
Bagi Andi Asman, bantuan yang disalurkan bukan sekadar paket kebutuhan pokok. Di baliknya terdapat harapan untuk mengurangi beban hidup warga sekaligus memutus rantai kemiskinan yang selama ini menjadi tantangan pembangunan daerah.
“Bantuan ini merupakan upaya pemerintah untuk meminimalisir keluarga miskin ekstrem, mencegah stunting, dan membantu masyarakat lansia agar dapat memenuhi kebutuhan dasarnya,” ujar Andi Asman.
Ia menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan validasi sehingga bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar berhak menerima.
“Para penerima ini telah diverifikasi dan divalidasi. Mereka adalah warga yang memang masuk kategori kurang mampu dan layak menerima bantuan,” katanya.
Tak hanya berbicara tentang bantuan hari ini, Bupati Bone juga menaruh perhatian pada masa depan anak-anak dari keluarga penerima manfaat. Menurutnya, pendidikan merupakan jalan penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
“Saya berharap bantuan ini tidak dijual. Jika dalam keluarga penerima terdapat anak usia sekolah, maka mereka harus tetap bersekolah dan menjadi prioritas untuk diterima di Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bone, Hasnawati Ramli, menjelaskan bahwa penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat Desil I dan Desil II berdasarkan data kesejahteraan sosial.
Ia menyebutkan program tersebut menjangkau 10 kecamatan dengan total 24 titik penyaluran.
“Bantuan ini disalurkan di 10 kecamatan yang tersebar pada 24 titik penyaluran. Total bantuan yang diberikan sebanyak 720 paket, dengan alokasi 20 paket pada setiap titik,” ungkap Hasnawati.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bone untuk memperkuat perlindungan sosial dan ketahanan keluarga, khususnya bagi kelompok masyarakat yang berada pada lapisan paling rentan.
Di tengah luasnya wilayah Bone dan kompleksitas persoalan sosial yang dihadapi, langkah door to door yang dilakukan Bupati Bone menjadi simbol bahwa pengentasan kemiskinan tidak cukup dilakukan dari balik meja kerja. Ia harus hadir di tengah masyarakat, menyusuri desa dan kelurahan, melihat langsung kondisi warga, serta memastikan negara hadir bagi mereka yang paling membutuhkan.
Perjalanan dari satu titik ke titik lain pada Kamis pagi itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi ratusan keluarga yang menerima bantuan, kehadiran pemerintah membawa harapan baru untuk menjalani hari-hari yang lebih baik. Sebuah ikhtiar yang terus dijalankan Pemerintah Kabupaten Bone dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting demi masa depan daerah yang lebih sejahtera.
(Ju)*











