Sebanyak enam truk kontainer terjebak macet di jalan Bypass Sumpallabbu (Jelloe) Desa Timusu -Tea Musu, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone Sulsel, Senin (01/06/2026). Sejumlah truk terjebak macet sejak Sabtu sore (30/05) hingga Senin (01/06/2026) lantaran sudah terlanjur masuk di jalur bypass tersebut dan kesulitan untuk maju ataupun mundur.
Pantauan media siang ini, sejumlah truk kontainer terjebak macet masih berada di jalan tersebut. Truk terjebak macet lantaran terlanjur masuk di jalur bypass dan kesulitan untuk putar balik. Sopir baru mengetahui secara pasti ada kendaraan melintang di tanjakan bypass saat akan menuruni atau berada di area tanjakan tersebut.
“Ini seperti makan buah simalakama, serba salah, mau maju tak bisa, mau mundur juga tak bisa. Jadinya kasihan melihat mereka, smeoga segera ada bisa bantu agar kendaraan ini bisa segera bergeser dari jalan, ” ungkap salah satu pengguna jalan yang enggan disebut namanya, Senin (01/06/2026).
Diberitakan sebelumnya, laka lantas mobil box juga alami gagal nanjak di ruas jalan Bypass Sumpallabbu atau jelloe, Sabtu (26/4/2026). Saat itu, hingga Ahad pagi (27/4/2026) mobil box masih di TKP. Ban Mobil box tampak terperosok masuk area drainase jalan sehingga menyulitkan untuk kembali ke jalan.
Sebelumnya pula masyarakat pengguna jalan telah mendesak pihak terkait agar segera memasang rambu jalan di area sebelum masuk jalur bypass tersebut. Pasalnya di jalan ini kerab terjadi lakalantas truk gagal nanjak hingga terjungkal.
Desakan masyarakat pengguna jalan seiring dengan adanya insiden truk kontainer gagal nanjak hingga terjungkal di Bypass Sumpallabbu saat itu. Informasi diperoleh tak ada korban jiwa dalam kejadian saat itu, namun memicu kemacetan di jalan tersebut.
Tak hanya picu kemacetan, pasca insiden truk terjungkal, masyarakat pengguna jalan mengaku was-was melewati jalan Bypass Sumpallabbu. Mereka khawatir melintas di tanjakan ekstrem yang juga sering dilewati truk kontainer bermuatan berat itu.
“Kita jadi takut lewat, bayangkan saat kita ada di belakang dan truk mundur, kan bahaya. Apalagi sudah sering sekali terjadi. Sebaiknya segera pasangi rambu jalan, agar kendaraan bisa lewat diperjelas”ungkap salah satu pengguna jalan.
Hal senada disampaikan masyarakat pengguna jalan lainnya. Mereka bahkan menilai sudah saatnya diberi tanda peringatan, agar truk kontainer bermuatan berat tidak melewati jalan tersebut. Rambu peringatan dinilai sebagai kebaikan sesama pengguna jalan.
“Mungkin sebaiknya segera diberi tanda peringatan, agar tidak melewati jalan itu, teruntuk mobil besar yang kemungkinan tidak mampu nanjak di jalan itu, agar terhindar dari kejadian yang tak diinginkan, sebab ini bukanlah peristiwa pertama, “ungkapnya.
Hingga berita ini dirilis pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi.*











