KABARTA.ID, PANGKEP— Cabang olahraga (cabor) petanque Kabupaten Pangkep mencatat prestasi membanggakan pada ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Sulawesi Selatan 2025 yang digelar di Kabupaten Bantaeng, 1–5 Oktober 2025.
Tim petanque Pangkep berhasil membawa pulang satu medali emas dan tiga medali perunggu, sekaligus memastikan langkah mereka menuju ajang Porprov XVIII Sulawesi Selatan tahun 2026 mendatang yang akan berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone.
Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Pangkep, Abdul Kadir, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut, hasil itu merupakan buah dari kerja keras para atlet selama menjalani latihan intensif.
“Kesungguhan dan keuletan mereka berlatih tentu menjadi pondasi awal untuk merebut juara, dan kita sangat bangga dengan mereka,” ujar Abdul Kadir, Selasa (7/10/2025).
Ia menambahkan, setelah memastikan lolos ke Porprov XVIII, pihaknya akan terus memantapkan strategi untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan target hasil yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pangkep, Muhammad Yusuf Syam, turut memberikan apresiasi atas semangat dan kekompakan para atlet.
“Insya Allah, petanque Pangkep patut diperhitungkan. Terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang dan bekerja sama dengan baik sebagai sebuah tim,” ujarnya.
Dengan torehan ini, Cabor petanque Pangkep menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan baru di dunia olahraga Sulawesi Selatan, sekaligus menambah optimisme menjelang Porprov XVIII 2026 mendatang.
Adapun raihan medali dari kontingen petanque Pangkep adalah sebagai berikut:
Medali Emas, Nomor Double Woman melalui pasangan tangguh Nur Fauziah dan Sasmita Aulia, yang berhasil menaklukkan tim kuat dari Kota Makassar dengan skor meyakinkan 13–4.
Medali Perunggu,
Nomor Shooting Man, atas nama A. Muh Izwar Ramadhan.
Nomor Triple Man, melalui tim Muh Izwar Ramadhan, Alan, Muhammad Adil Nur, dan Syahril.
Nomor Triple Woman, lewat tim Syaqila Wildaniah Amry, Nurhudaya, Sasmita Aulia, dan Nur Aulia.











