KABARTA.ID,MAKASSAR— Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, mendorong penguatan kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi untuk mempercepat inovasi serta pengembangan teknologi konstruksi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Anis saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada peluncuran buku Teknologi Beton Modern: Material, Inovasi, dan Aplikasi yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Senin (7/9/2026).
Menurut Anis, perkembangan teknologi beton memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan pembangunan yang terus berkembang. Beton, kata dia, tidak lagi sekadar material konstruksi, tetapi telah menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan yang dituntut semakin berkualitas, efisien, inovatif, memiliki daya tahan tinggi, dan berkelanjutan.
“Bagi industri semen dan konstruksi, beton bukan sekadar material untuk membangun struktur. Beton merupakan bagian penting dari ekosistem pembangunan yang harus terus berkembang mengikuti tuntutan kualitas, efisiensi, inovasi, durabilitas, dan keberlanjutan,” ujar Anis.
Ia mengapresiasi terbitnya buku tersebut, khususnya kontribusi para penulis dan Prof. Dr. Ir. Hanafi Ashad, MT., IPM., ASEAN Eng. Menurutnya, buku itu memberikan kontribusi penting dalam memperluas pengetahuan dan wawasan mengenai perkembangan teknologi beton.
Anis menilai buku Teknologi Beton Modern: Material, Inovasi, dan Aplikasi memiliki nilai strategis karena mempertemukan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan praktis di lapangan.
Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan komitmen PT Semen Tonasa untuk terus mendorong inovasi sekaligus memperkuat sinergi antara industri, perguruan tinggi, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi referensi bagi mahasiswa dan akademisi, tetapi juga memberikan manfaat bagi para insinyur, praktisi konstruksi, pengembang, pelaku usaha, serta industri material konstruksi dalam menghasilkan solusi pembangunan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.
Perkuat Riset dan Kompetensi SDM
Lebih lanjut, Anis mendorong agar hubungan antara perguruan tinggi dan industri terus diperkuat melalui kerja sama di bidang penelitian, inovasi material, pengembangan teknologi konstruksi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing industri konstruksi nasional.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu kunci untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan. Karena itu, ruang kerja sama dalam penelitian, pengembangan material dan teknologi konstruksi harus terus diperluas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anis juga menyampaikan ucapan selamat atas terbitnya buku Teknologi Beton Modern: Material, Inovasi, dan Aplikasi. Ia berharap buku tersebut dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, industri semen dan konstruksi, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi insinyur masa depan.
“Semoga buku ini memberikan manfaat yang luas, menjadi sumber inspirasi bagi generasi insinyur masa depan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, industri semen, dan pembangunan infrastruktur Indonesia,” pungkasnya.
Dorong Material Konstruksi Berkelanjutan
Anis menegaskan, pembangunan infrastruktur berkualitas membutuhkan sinergi berbagai pihak yang didukung material unggul, teknologi inovatif, dan pengetahuan yang terus berkembang.
Sejalan dengan visi mewujudkan industri semen yang berwawasan lingkungan, PT Semen Tonasa juga terus mendorong inovasi di berbagai lini, termasuk dalam pengembangan dan penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung program dekarbonisasi dengan tetap mempertahankan kualitas produk dan memenuhi kebutuhan pasar.
“Membangun infrastruktur yang berkualitas membutuhkan material yang unggul, teknologi yang inovatif, dan pengetahuan yang terus berkembang,” tutup Anis.
Acara peluncuran buku tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Teknik UMI, para guru besar, Wakil Ketua KADIN Indonesia, Ketua KADIN Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, Ketua Asosiasi Aspal Beton Indonesia, Ketua Inkindo Sulawesi Selatan, Ketua Perkindo Sulawesi Selatan, serta sejumlah akademisi, peneliti, dan praktisi konstruksi.
(MUN)*











