KABARTA.ID,BONE— Pengelolaan keuangan 328 desa di Kabupaten Bone menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bone. Penguatan kapasitas aparatur desa dinilai penting agar anggaran pembangunan dapat dikelola secara efektif, transparan, dan akuntabel.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa di Gedung PKK Kabupaten Bone, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Anggota DPR RI Andi Yuliani Paris, BPKP dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) serta diikuti 277 peserta yang terdiri atas kepala desa, pendamping desa, camat, kepala OPD dan perwakilan BUMDes. Sejumlah peserta juga mengikuti kegiatan secara daring.
Koordinator Pengawasan BPKP Indra Kurniawan mengatakan peningkatan kapasitas aparatur desa menjadi kunci dalam memperbaiki tata kelola keuangan dan pembangunan desa.
Menurutnya, aparatur perlu memahami mekanisme pengelolaan anggaran agar setiap program berjalan efektif dan tetap sesuai ketentuan.
Sementara itu, Andi Akmal menilai desa memiliki posisi strategis sebagai penggerak pembangunan daerah. Karena itu, pengelolaan anggaran desa harus dibarengi dengan kapasitas aparatur yang memadai.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kita memiliki 328 desa yang memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan. Tentu acara ini sangat relevan dan penting,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan desa membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan berbagai lembaga terkait. Menurutnya, dukungan lintas sektor diperlukan agar program pembangunan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Andi Akmal juga berharap kebijakan pemerintah pusat terkait transfer ke daerah tetap memberikan ruang bagi daerah untuk membiayai pembangunan.
“Kita berharap perwakilan kita di pusat bisa membantu meningkatkan dana transfer ke daerah, jangan dipotong,” katanya.
Di tengah keterbatasan fiskal, ia memastikan Pemkab Bone terus berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan, termasuk melalui penguatan infrastruktur, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.
“Insyaallah kita bisa bersama-sama membangun Bone yang lebih baik,” pungkasnya.
(Ju)*











