Daerah

Terungkap di Olah TKP Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone ke Stafnya, Ternyata Ada Belasan Saksi Mata

356
×

Terungkap di Olah TKP Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone ke Stafnya, Ternyata Ada Belasan Saksi Mata

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan yang menyeret Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, terhadap seorang staf Sekretariat DPRD Bone berinisial YNS mengungkap fakta baru.

Penyidik Satreskrim Polres Bone menemukan bahwa peristiwa yang terjadi di kantin DPRD Bone itu diduga disaksikan oleh belasan orang.

Olah TKP dilakukan di area kantin DPRD Bone, Kota Watampone, Sabtu (25/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, penyidik merekonstruksi posisi korban, terlapor, serta para saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Penyidik memasang sejumlah penanda pada titik-titik yang menggambarkan posisi para saksi. Langkah itu dilakukan untuk mencocokkan keterangan korban dengan kondisi di lapangan sekaligus memastikan kesesuaian kronologi yang telah disampaikan dalam proses penyelidikan.

Baca Juga:  Peringati Hari Bumi, PT Semen Tonasa Tanam Ratusan Pohon

YNS didampingi Kuasa hukum korban, Aly Arisandi saat olah TKP, menyebut jumlah orang yang berada di lokasi ketika kejadian cukup banyak.

“Ada lebih dari lima sampai sepuluh orang, bahkan lebih. Tetapi saat kejadian tidak ada yang melerai,” ujar YNS di lokasi olah TKP, Sabtu (25/7/2026).

 

Menurut YNS, selain staf Sekretariat DPRD Bone, sejumlah pejabat di lingkungan DPRD juga berada di kantin ketika peristiwa tersebut berlangsung.

“Banyak sekali orang saat itu. Ada kepala bagian dan staf. Yang saya ingat di antaranya Andi Ikbal Baso (Kabag Fasilitasi DPRD), Andi Zulfikar Efendy (Kasubag Rumah Tangga DPRD), dan Andi Juanda Putra selaku ajudan Ketua DPRD,” ungkapnya.

Baca Juga:  38 Mahasiswa Unhas asal Lutra KKN di Kampung Sendiri. Ini yang Ditawarkan Bupati

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah nama lain yang disebut berada di lokasi saat kejadian antara lain Andi Gugu, Anis, Accang, Hendra, Kasmir, Anti, Syarif, Andi Wardi, serta penjaga Kantin DPRD Bone, Salma. Sebagian besar merupakan staf, petugas humas, maupun pegawai yang berada di lingkungan DPRD Bone.

Hingga kini, Satreskrim Polres Bone masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mencocokkannya dengan hasil olah TKP sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi dugaan penganiayaan tersebut.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan