BoneDaerah

Pendiri Assurur Fondation, H. Faisal Ibrahim Inspirasi Generasi Muda Jadi Entrepreneur, Tekankan Disiplin, Komitmen, dan Pengalaman

343
×

Pendiri Assurur Fondation, H. Faisal Ibrahim Inspirasi Generasi Muda Jadi Entrepreneur, Tekankan Disiplin, Komitmen, dan Pengalaman

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,  BONE–– Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone sukses menggelar Seminar Nasional Kewirausahaan di Aula Utama kampus, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Mencetak Entrepreneur Muslim Berintegritas: Kolaborasi Nilai Keislaman, Inovasi, dan Kepemimpinan” dan diikuti oleh 368 peserta.

Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Biro AUAK, Muhammad Yunus, yang hadir mewakili Rektor IAIN Bone. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman.

“Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, dan kemampuan berwirausaha agar mampu bersaing dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan narasumber Faisal Ibrahim Surur, Direktur Utama PT Saudi Patria Wisata sekaligus Founder Assurur Fondation. Ia merupakan praktisi di bidang haji dan umrah dengan pengalaman lebih dari dua dekade serta putra daerah asal Pompanua, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone.

Baca Juga:  Realokasi Penanganan PMK Rp 180 M, A Akmal Pasluddin Ingatkan Jangan Sampai Bocor Anggaran

Belakangan, Faisal dikenal luas di wilayah Bone bagian utara setelah membangun jalan beton sepanjang 659 meter di Ajangale menggunakan dana pribadinya yang mencapai miliaran rupiah.

Dalam pemaparannya, H. Faisal menegaskan bahwa kekuatan ekonomi umat menjadi kunci dalam menciptakan kebermanfaatan yang lebih luas.

“Dalam Islam, kita harus kuat, termasuk secara ekonomi, agar bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak semata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh kedisiplinan dan karakter.

“Tak mengapa kita kalah Pintar tetapi kita harus menang Disiplin, kalau kalah Modal kita harus menang Komitmen,
kalau kalah Pendidikan kita harus menang Pengalaman,”
tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kepercayaan sebagai fondasi utama dalam dunia usaha.

Baca Juga:  Perkuat Pendidikan Inklusif, Gubernur Sulsel Serahkan Beasiswa Rp5 Miliar untuk 3.400 Siswa SLB

Menurutnya, konsistensi, kejujuran, dan amanah merupakan modal utama yang nilainya melampaui materi.

“Kepercayaan adalah modal yang tak ternilai,” lanjutnya.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Faisal juga menguraikan prinsip dasar kewirausahaan, mulai dari pentingnya disiplin, menjaga salat, integritas, loyalitas, hingga menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik dalam membentuk ketangguhan seorang entrepreneur.

Ia turut memperkenalkan konsep networking value sebagai kekuatan dalam membangun relasi bisnis, serta empat tahapan kehidupan, yakni survive, secure, success, dan significant.

Tahap terakhir, menurutnya, merupakan puncak kontribusi seseorang dalam memberi dampak luas bagi masyarakat.

Tak hanya menyampaikan teori, ia juga membagikan kisah inspiratif masa kecilnya di Pompanua. Ia tumbuh dalam lingkungan sederhana dan telah terbiasa bekerja keras sejak dini, seperti mengantar es lilin ke sekolah dan ke toko-toko kelontong.

Baca Juga:  Tinjau Huntap di Desa Sepakat, Sekda Armiadi: Insya Allah, Desember Huntap Diserahkan

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang diwarnai kerja keras, ketekunan, dan konsistensi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta mampu menjadi entrepreneur muslim yang berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

(Ju)*

#pendiriassururfondation #hajifaisalibrahim #berbagiilmu #iainbone #bone #pompanua #sulsel

Tinggalkan Balasan