PANGKEP, KABARTA.ID–– Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), direkomendasikan menjadi lokasi pemasangan peralatan pemantauan gempa bumi dan kondisi cuaca di wilayah kepulauan.
Rekomendasi tersebut disampaikan setelah Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau bersama tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan peninjauan di empat pulau di wilayah Kabupaten Pangkep. Dari hasil pengamatan lapangan, Pulau Sapuka dinilai memiliki potensi untuk menjadi lokasi pembangunan fasilitas pemantauan kebencanaan tersebut.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan pihaknya berencana mengusulkan pembangunan fasilitas itu kepada BMKG pusat agar dapat segera direalisasikan.
“Setelah berkeliling di empat pulau, kami melihat Pulau Sapuka paling direkomendasikan untuk dibangun alat deteksi gempa bumi dan cuaca. Rencananya kami usulkan ke BMKG pusat agar bisa direalisasikan,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, terdapat dua jenis perangkat yang direncanakan untuk dipasang, yakni sensor pendeteksi gempa bumi dan alat pemantau kondisi cuaca.
Sensor pendeteksi gempa dirancang dengan ukuran sekitar 5 x 5 meter. Sementara perangkat pemantau cuaca berbentuk antena yang dilengkapi sejumlah parameter pengukuran, antara lain suhu, curah hujan, serta kondisi arus laut. Peralatan tersebut direncanakan ditempatkan di kawasan bibir pantai.
Menurut Rizky, perangkat pemantauan tersebut menggunakan teknologi modern dengan dukungan tenaga surya atau solar panel sehingga dapat beroperasi secara berkelanjutan.
“Alatnya sangat canggih dan menggunakan tenaga surya atau solar panel. Perangkat pemantau cuaca dapat memonitor kondisi selama 24 jam,” jelasnya.
Khusus sensor pendeteksi gempa, perangkat akan menangkap getaran ketika terjadi aktivitas gempa bumi. Sinyal yang diterima selanjutnya dikirim untuk dianalisis oleh petugas BMKG di Makassar sebelum informasi diteruskan kepada masyarakat.
“Ketika terjadi gempa, sinyal yang masuk langsung dianalisis oleh tim di Makassar. Informasinya bisa disampaikan kepada masyarakat dalam waktu sekitar tiga menit,” ungkapnya.
Rencana pemasangan perangkat ini diharapkan dapat memperkuat sistem pemantauan dan penyebaran informasi kebencanaan, khususnya di wilayah kepulauan Kabupaten Pangkep yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses komunikasi.
Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi lebih cepat terkait aktivitas gempa bumi maupun perkembangan kondisi cuaca. Hal ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir dan kepulauan dalam menghadapi potensi bencana.
Meski demikian, pembangunan fasilitas tersebut masih menunggu proses pengusulan dan persetujuan dari BMKG pusat.
(MUN)*











