Daerah

Momentum Sumpah Pemuda, Bupati Bone Ajak Petani Muda Berjuang Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim

53
×

Momentum Sumpah Pemuda, Bupati Bone Ajak Petani Muda Berjuang Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan musim kemarau berkepanjangan. Pesan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).

Melalui pesan inspiratif yang disampaikan dari sektor pertanian, Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui aksi nyata, termasuk perjuangan petani dalam mempertahankan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan air.

Menurutnya, tantangan perubahan iklim, khususnya kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian, membutuhkan semangat juang, inovasi, dan keterlibatan generasi muda.

Di tengah kondisi musim kemarau yang panjang, para petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menyusutnya ketersediaan air hingga ancaman terhadap pertumbuhan tanaman padi. Namun, kondisi tersebut tidak boleh memadamkan semangat untuk terus berproduksi dan menjaga ketahanan pangan.

“Di musim kemarau yang panjang, harapan tanah tidak lagi sekadar pecah dan mengering. Air yang semakin menyusut, kecemasan yang membayangi wajah tegang para petani kita. Namun, di atas tanah yang gersang ini, justru kita menemukan resonansi Sumpah Pemuda,” ujar Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman.

Baca Juga:  Jaga Produk Berkualitas Tinggi, PT Semen Tonasa Kembali Gelar Overhaul

Andi Asman juga mengingatkan bahwa semangat persatuan yang lahir pada 28 Oktober 1928 harus terus relevan dengan tantangan zaman. Jika dahulu pemuda berjuang untuk persatuan bangsa, kini generasi muda juga dituntut berkontribusi dalam menghadapi krisis iklim dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia menekankan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata di berbagai sektor, termasuk pertanian yang menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat.

“Hari Sumpah Pemuda tidak hanya digaungkan di dalam gedung yang sejuk, tetapi hari ini kita berkumpul di tengah lahan pertanian, di bawah terik matahari, dengan membawa alat pertanian dan berharap setetes air mampu menjawab kehidupan ribuan bibit padi,”tambahnya.

Bupati Bone menilai tantangan kekeringan harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk melahirkan inovasi dan mengembangkan metode pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Baca Juga:  Tolak Penutupan Total Pelabuhan Bajoe, Tokoh Masyarakat Bajoe: Jika ASDP Tak Beri Solusi, Kami Siap “Perang”

Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain pengelolaan air secara efisien, penggunaan benih unggul, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung produktivitas pertanian.

Menurutnya, penerapan teknologi dan inovasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian, terutama ketika fenomena iklim seperti El Niño meningkatkan risiko kekeringan.

“Di tengah generasi muda ini, kemarau bukan akhir dari segalanya, melainkan awal untuk melahirkan inovasi dan cara-cara baru menjaga pertanian tetap hidup,” kata Andi Asman.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan petani muda dalam mendorong kemajuan sektor pertanian. Dengan kreativitas, pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi, generasi muda diharapkan mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang untuk meningkatkan hasil pertanian.

Semangat tersebut sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan pertanian di Kabupaten Bone, yang membutuhkan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Melalui pesan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, Andi Asman mengajak seluruh generasi muda untuk tidak menyerah menghadapi kesulitan. Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berjuang dan menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Bone Beri Penghargaan ke 2 Camat dan Kades, Ini Prestasinya 

Semangat perjuangan petani diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda Bone untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan memajukan sektor pertanian.

“Semangat bertani di tangan petani muda mampu mengubah tanah yang gersang menjadi lahan kehidupan. Keterbatasan menjadi kekuatan dan kekeringan menjadi harapan,” ajak Bupati Bone.

Menutup pesannya, Bupati Bone menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan harapan semangat persatuan dan perjuangan terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda! Dari tanah yang retak, Bugis Bone, kita tumbuh untuk Bone yang lebih baik,” tutupnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya tentang persatuan, tetapi juga tentang keberanian menghadapi tantangan, berinovasi, dan bekerja bersama demi masa depan Kabupaten Bone yang lebih baik.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan