Daerah

Bupati Bone Serahkan Bantuan Pelaku IKM, 69 IKM Bone Didorong Tumbuh Jadi Ribuan Usaha

23
×

Bupati Bone Serahkan Bantuan Pelaku IKM, 69 IKM Bone Didorong Tumbuh Jadi Ribuan Usaha

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, WATAMPONE — Pemerintah Kabupaten Bone menyerahkan bantuan mesin dan peralatan kepada 69 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui program IKM BerAmal Tahun 2026. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan ribuan pelaku usaha masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Penyerahan bantuan berlangsung di Podium Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (18/9/2026), dalam rangkaian kegiatan penyusunan dan evaluasi rencana pembangunan industri kabupaten.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mengatakan bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara serius dan dikembangkan agar memberikan hasil nyata bagi penerimanya.

Ia menekankan, 69 penerima bantuan tahun ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan IKM di Bone.

“Kalau ini bagus percontohan, kita bentuk lagi 1.000 orang,” kata Andi Asman di hadapan penerima bantuan.

Menurutnya, program tersebut ke depan diharapkan dapat berkembang dari 69 usaha menjadi 690 hingga 6.900 usaha. Namun, perluasan program akan bergantung pada keberhasilan dan hasil evaluasi terhadap penerima bantuan.

Baca Juga:  Ustaz Al Habsyi Bakal Ceramah di Hadapan ASN Luwu Utara, Catat Tanggalnya

“Kalau berhasil ini, dari 69 usaha menjadi 6.900 nanti ke depannya. Yang penting amanah, yang penting untuk masyarakat,” ujarnya.

Untuk memastikan bantuan benar-benar digunakan, Bupati meminta dilakukan pencatatan dan evaluasi secara berkala. Setiap penerima bantuan diminta memiliki nomor register dan perkembangan usahanya dicatat dalam buku evaluasi.

“Setiap bulan dievaluasi, ya. Evaluasi, laporkan ke kami,” tegasnya.

Sejumlah bantuan yang disalurkan berupa mesin jahit, mesin kopi, serta peralatan penunjang usaha lainnya.

Khusus bantuan mesin jahit, Andi Asman mendorong agar usaha penjahit binaan dapat terhubung dengan kebutuhan pakaian sekolah di wilayah masing-masing. Ia mencontohkan penjahit penerima bantuan dapat diberi peluang mengerjakan pakaian sekolah di desa atau wilayah sekitar tempat usahanya.

Baca Juga:  OPINI : Pendidikan, Fondasi Penting untuk Masa Depan yang Cerah

“Coba nanti kita beri kain, baru jahit sendiri. Mungkin lebih bagus, lebih efektif. Mungkin biayanya bisa berkurang,” katanya.

Sementara untuk bantuan peralatan kopi, ia meminta penerima tidak sekadar menyimpan atau memajang peralatan tersebut, tetapi mengembangkannya menjadi usaha produktif. Penerima juga didorong mendapatkan pelatihan agar mampu mengoperasikan sekaligus mengelola usaha dengan baik.

“Kalau bisa dilatih supaya mahir,” ujarnya.

Andi Asman menegaskan, keberhasilan program IKM BerAmal tidak hanya dilihat dari jumlah mesin dan peralatan yang diserahkan. Pemerintah juga akan melihat pemanfaatan bantuan, perkembangan usaha, serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Kami berikan bantuan, tapi tolong kembangkan. Karena kami mau lihat contoh,” katanya.

Ia menyebut evaluasi berikutnya akan dilakukan pada 18 Oktober 2026 untuk melihat perkembangan usaha para penerima bantuan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bone didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., Ketua TP PKK Bone Hj. Andi Maryam Andi Asman, Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta Ketua Komisi I DPRD Bone Rismoni Sarlim.

Baca Juga:  Masa Perbaikan Ditutup, 15 Parpol Lakukan Perbaikan Data Bakal Calon Legislatif

Andi Asman mengatakan pemerintah bersama DPRD dan perangkat daerah perlu menjaga sinkronisasi program dan anggaran agar kebijakan pembangunan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kita ini hanya hadir untuk bagaimana meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap keberhasilan para penerima bantuan dapat menjadi bukti untuk memperluas program IKM pada tahun-tahun berikutnya. Sebaliknya, hasil evaluasi akan menjadi bahan pemerintah dalam menentukan kebijakan lanjutan.

“Kalau ada contoh, kita lebih mudah berbicara. Tapi kalau tidak ada, orang Bone akan berkata, ‘Tidak ada bukti,’” ujarnya.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan