Daerah

Penyidik Olah TKP Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone, Staf Peragakan Dilumuri Mukanya Kue Hingga Disiram

122
×

Penyidik Olah TKP Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone, Staf Peragakan Dilumuri Mukanya Kue Hingga Disiram

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Penyidik Satreskrim Polres Bone melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan penganiayaan yang melibatkan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, dengan seorang staf Sekretariat DPRD Bone berinisial YNS di area kantin DPRD Bone, Kota Watampone, Sabtu (25/7/2026).

Olah TKP dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan guna mengumpulkan bukti dan memperjelas kronologi peristiwa yang telah dilaporkan ke Polres Bone.

korban, Yuli Novita Sari (29), memperagakan detik detik dilumuri kue mukanya hingga disiram air botol, tak hanua itu juga dilempar air minum.

Kasus dugaan penganiayaan tersebut menjadi perhatian publik setelah korban, Yuli Novita Sari (29), melaporkan insiden yang diduga dialaminya kepada pihak kepolisian.
Dalam proses penyelidikan, penyidik turut menghimpun keterangan dari sejumlah pihak yang berada di lokasi saat kejadian.

Yuli menyampaikan, insiden bermula ketika ia dipanggil ke kantin oleh Ketua DPRD Bone hingga kemudian Andi Tenri melumuri kue ke muka korban. Tak hanya itu Yuli mengaku wajahnya disiram menggunakan air dari botol minuman.

Baca Juga:  Penuhi Kebutuhan Air Bersih Pengungsi, Danyon Gas Turunkan Water Treatment

“Kemudian botol air tersebut dilempar ke arah saya. Ada juga sebuah botol berisi cabai (lombok) dilempar, lalu menyampaikan ini kue kamu memang beli,” katanya.

Kasus ini terus menjadi sorotan masyarakat mengingat pihak yang dilaporkan merupakan Ketua DPRD Bone, sementara hasil penyelidikan kepolisian masih dinantikan untuk memberikan kepastian hukum atas perkara tersebut.

Polres Bone Olah TKP Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD, Yuli Peragakan Detik-detik Kejadian di Kantin

Thumb: Yuli Peragakan Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone di Hadapan Penyidik

 

Sebanyak lima personel Satreskrim Polres Bone terlihat melakukan pemeriksaan di lokasi yang disebut menjadi tempat terjadinya dugaan penganiayaan terhadap staf Sekretariat DPRD Bone, Yuli Nofita Sari.

Baca Juga:  Pertama Se-Kecamatan Baebunta, Pemdes Baebunta Salurkan BLT-DD Bulan April kepada 135 KPM

Dalam proses olah TKP tersebut, penyidik menghadirkan Yuli untuk memperagakan secara langsung kronologi kejadian sesuai dengan laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian.

Yuli tampak mengenakan jilbab berwarna biru yang dipadukan dengan kemeja bermotif biru.

Ia hadir didampingi kuasa hukumnya, Ali Arisandi, yang turut mengikuti jalannya olah TKP.

Saat memperagakan detik-detik kejadian, Yuli beberapa kali berpindah dari satu titik ke titik lainnya di area kantin.

Ia menunjukkan posisi awal saat dipanggil, lokasi ketika berdiri berhadapan dengan terlapor, hingga titik yang menurut pengakuannya menjadi tempat dirinya mengalami dugaan penganiayaan.

Sesekali Yuli menghentikan langkahnya untuk memberikan penjelasan kepada penyidik mengenai urutan peristiwa yang dialaminya.

Penyidik kemudian mencatat setiap keterangan sambil mencocokkannya dengan kondisi di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Baru Ambil Formulir Calon Ketua 'KONI' Sinjai, IPTU Rahman Sudah Disorot

Di hadapan penyidik, Yuli menjelaskan peristiwa bermula saat dirinya dipanggil ke kantin oleh Ketua DPRD Bone.

Setelah tiba di lokasi, korban mengaku wajahnya dilumuri menggunakan kue oleh Ketua DPRD Bone.

Tak berhenti di situ, Yuli juga menyampaikan bahwa wajahnya kemudian disiram menggunakan air dari sebuah botol minuman.

Menurut pengakuannya, botol air tersebut selanjutnya dilempar ke arahnya.

Selain itu, sebuah botol yang berisi cabai (lombok) juga disebut ikut dilempar, disertai ucapan, ‘Ini kue kamu memang beli’.

Selama olah TKP berlangsung, penyidik memeriksa sejumlah titik di area kantin untuk memastikan kesesuaian antara keterangan korban dengan kondisi tempat kejadian.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan guna mengumpulkan alat bukti dan memperjelas rangkaian peristiwa yang dilaporkan.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan