KABARTA.ID, BONE— Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mengungkapkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keimigrasian di Kabupaten Bone. Hal itu terlihat dari jumlah jamaah haji dan umrah yang mencapai puluhan ribu orang dalam tiga tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Layanan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bone di Jalan MH Thamrin, Watampone, Selasa (9/6/2026). Peresmian itu turut dirangkaikan dengan kegiatan Penguatan Nilai Spiritual dan Karakter Pegawai yang menghadirkan Ustadz Ahmad Jafar.
Menurut Bupati Bone, kehadiran layanan keimigrasian di Watampone merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini harus mengurus paspor dan dokumen keimigrasian lainnya ke Parepare maupun Makassar.
“Ini merupakan kantor layanan yang paling ditunggu masyarakat. Permintaan dokumen keimigrasian memang sangat tinggi di Bone. Kami sangat bangga dan mengapresiasi kehadiran kantor ini karena masyarakat memang sangat membutuhkannya,” ujar Andi Asman Sulaiman.
Ia menjelaskan, tingginya kebutuhan layanan imigrasi tidak terlepas dari besarnya jumlah warga Bone yang bepergian ke luar negeri, terutama untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam tiga tahun terakhir, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 841 jamaah haji dan 2.325 jamaah umrah asal Kabupaten Bone. Pada tahun 2025 jumlah jamaah haji sebanyak 756 orang dan jamaah umrah mencapai 3.100 orang.
Sementara itu, hingga Juni 2026, jumlah jamaah haji asal Bone mencapai 2.023 orang dan jamaah umrah sekitar 2.700 orang.
Secara keseluruhan, jumlah jamaah haji dan umrah asal Kabupaten Bone dalam periode 2024 hingga Juni 2026 mencapai 11.745 orang, terdiri atas 3.620 jamaah haji dan 8.125 jamaah umrah.
“Ini menjadi bukti tingginya kebutuhan layanan imigrasi,” kata Bupati Bone.
Bupati Bone menilai angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa keberadaan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bone sangat dibutuhkan masyarakat. Selain untuk keperluan ibadah, layanan keimigrasian juga dibutuhkan oleh warga yang hendak bekerja, menempuh pendidikan, maupun melakukan perjalanan ke luar negeri.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang, S.H., M.H., mengatakan pembukaan layanan keimigrasian di Bone merupakan langkah yang tepat karena masyarakat Bone termasuk yang paling banyak mengurus paspor di Sulawesi Selatan.
“Layanan ini meliputi Bone, Sinjai, dan Soppeng. Sudah sangat tepat dibuka di Bone karena berdasarkan data di Sulawesi Selatan, masyarakat Bone merupakan yang paling banyak mengurus paspor,” ujarnya.
Dengan hadirnya layanan keimigrasian di Watampone, masyarakat Bone dan daerah sekitarnya kini dapat mengakses pelayanan paspor dan dokumen keimigrasian lainnya dengan lebih mudah, cepat, dan efisien tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota lain.
(Ju)











