Pangkep

Srikandi Semen Tonasa dan SIG Gelar Talkshow Kartini, Soroti Peran Perempuan Tembus Batas Kepemimpinan

16
×

Srikandi Semen Tonasa dan SIG Gelar Talkshow Kartini, Soroti Peran Perempuan Tembus Batas Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, PANGKEP— Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Srikandi PT Semen Tonasa berkolaborasi dengan Srikandi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menggelar talkshow bertajuk “Kartini Who Rises Beyond the Glass Ceiling”, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa tersebut dibuka langsung oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran perempuan di dunia industri kini semakin strategis dan tidak dapat dipandang sebelah mata.

Menurutnya, semangat Raden Ajeng Kartini merupakan simbol perjuangan yang melampaui zamannya. “Kartini adalah sosok yang melampaui batas-batas zamannya. Ia menginspirasi perubahan melalui pemikiran dan tulisan. Semangat inilah yang diharapkan dapat diteladani oleh Srikandi SIG,” ujar Anis.

Baca Juga:  Angkat Isu Moderasi Beragama, Nasywah Antar Pangkep ke Final KTIQ MTQ Sulsel

Ia juga menekankan bahwa perempuan tidak hanya berperan di dunia kerja, tetapi juga dalam membangun fondasi keluarga yang sejahtera. Karena itu, Srikandi diharapkan mampu mengambil peran strategis baik di lingkungan profesional maupun dalam kehidupan rumah tangga.

Lebih lanjut, Anis berharap Srikandi tidak hanya menjadi wadah perkumpulan, tetapi mampu bertransformasi menjadi ruang yang aktif dan berdampak. “Srikandi harus menjadi penggerak strategi bagi perempuan untuk terus bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan, serta memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan dan lingkungan,” tambahnya.

Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber perempuan inspiratif, yakni Fauziah Zulfitri, Sulaiha Muhyiddin, dan Reni Wulandari. Ketiganya berbagi pengalaman dan perspektif dalam menembus batas kepemimpinan di dunia profesional.

Baca Juga:  Raih Peringkat Enam MTQ Sulsel ke-34 Ini Daftar Peraih Juara Kafilah Pangkep

Dalam sesi diskusi, Fauziah Zulfitri menyoroti pentingnya pola pikir dan keberanian perempuan untuk keluar dari batasan sosial. Ia menyebut bahwa glass ceiling tidak hanya terkait sistem, tetapi juga mindset. “Perempuan harus berani bermimpi besar, mengambil peran strategis, dan tidak ragu menunjukkan kapasitasnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sulaiha Muhyiddin menekankan pentingnya kompetensi dan kesiapan dalam menghadapi peluang. Menurutnya, keberhasilan menembus batas sangat ditentukan oleh kemampuan individu dalam menjawab tantangan.

Adapun Reni Wulandari menyoroti pentingnya dukungan lingkungan kerja yang inklusif. Ia menilai perusahaan memiliki peran besar dalam menciptakan ekosistem yang memberi kesempatan setara bagi perempuan untuk berkembang dan menunjukkan kinerja terbaik.

Mengangkat tema pemberdayaan perempuan, diskusi ini menyoroti peran “Kartini masa kini” dalam mendobrak batasan glass ceiling, khususnya di sektor industri. Para narasumber juga berbagi pengalaman karier, tantangan, serta strategi membangun kepemimpinan yang inklusif dan berdaya saing.

Baca Juga:  Pangkep Peringkat Enam MTQ Sulsel, Empat Wakil Melaju ke Tingkat Nasional

Untuk menambah semarak acara, peserta yang hadir secara langsung mengenakan dresscode kebaya atau kain wastra Nusantara. Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik, termasuk penghargaan untuk dresscode terbaik, baik tingkat onsite maupun lingkup Insan SIG.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi perempuan untuk terus berkembang, berani mengambil peran strategis, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

(MUN)*

Tinggalkan Balasan