KABARTA.ID, BONE— Ribuan tenaga kesehatan (nakes) sukarela di Kabupaten Bone kini berada dalam kondisi penuh ketidakpastian menjelang akhir tahun 2025.
Salah satu nakes sukarela berinisial BB, Senin (8/12/2025), menyampaikan bahwa sebanyak 1.871 nakes sukarela di Bone hingga kini tidak mengetahui arah kebijakan terkait kelanjutan tugas mereka.
“Empat ribu lebih PPPK paruh waktu akan dapat SK akhir Desember. Sementara kami, 1.871 nakes sukarela, belum jelas nasibnya. Sementara dalam regulasi UU ASN hanya diakui dua, yakni PNS dan PPPK,” ungkapnya.
Ia mengaku cemas karena rumor yang beredar menyebut para nakes sukarela berpotensi dirumahkan mulai tahun depan.
“Kita bagaimana mi nasibta? Tidak ada kejelasan. Bahkan beredar kabar kalau kita akan dirumahkan tahun depan,” keluhnya.
BB dan rekan-rekannya berharap Pemerintah Kabupaten Bone segera memberikan kepastian agar mereka tidak terus bekerja dalam ketidakpastian status.
“Harapannya ada kejelasan soal status kita ini,” tambahnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Bone, drg. Yusuf, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya belum menerima arahan maupun regulasi terbaru terkait status nakes sukarela tersebut.
“Saya juga tidak tahu apakah tahun 2026 akan berakhir perpanjangannya atau tidak. Sepanjang belum ada SK tertulis atau pemberitahuan, ya masih seperti biasa. Tidak ada solusi, masih tetap seperti itu,” jelasnya.
Terkait kemungkinan perumahan nakes sukarela, ia menegaskan bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan.
“Kalau untuk memungkinkan dirumahkan itu wallahuallam, karena belum ada regulasi yang keluar. Jadi posisinya masih nakes sukarela,” tegasnya.











