Opini

OPINI : Ilham Arief Sirajuddin sebagai Pemimpin Masa Depan Golkar Sulsel

182
×

OPINI : Ilham Arief Sirajuddin sebagai Pemimpin Masa Depan Golkar Sulsel

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dr. H. Sulthani, S.H., M.H.
Pemerhati Politik dan Hukum

Bertempat di Kantor DPD I partai Golongan karya (baca:Golkar) Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Botolempangan Kota Makassar, para pendukung Ilham Arief Sirajuddin yang akrab disapa “IAS” berjubel dan mengakibatkan macet di sekitar kantor DPD I Golkar Sul- Sel.

Nama “IAS” telah menjadi simbol Iconik “145” selain nama somberenya yakni “ACO” dalam interaksi sosial politiknya sehingga nama tersebut seolah melegenda dan sangat akrab dengan para sahabat serta loyalisnya.
Mengapa kemudian Ilham Arief Sirajuddin, menjadi tokoh penting yang diperhitungkan DPP Partai Golkar, sehingga diterbitkan kebijakan diskresi demi memastikan bahwa IAS amat layak ikut bertarung menjadi kandidat Ketua DPD I Golkar Sul Sel. Boleh jadi karena ;

Rekam Jejak Jadi Modal Utama

Rekam Jejak dan Kemampuan Komunikasi Politik IAS sudah terbukti memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pemerintahan dan membesarkan partai. Sebagai mantan Wali Kota Makassar, ia sangat memahami dinamika masyarakat Sulsel dan terbukti memiliki basis massa yang loyal hingga kini dan esok. Pendekatan komunikasi politiknya yang luwes menjadikannya sosok yang diterima oleh berbagai kalangan di internal partai karena IAS bukan tipe politisi yang muda melupakan orang/sahabat seperjuangannya atau yang sahabat membantu memenangkannya.

Baca Juga:  Selamat Hari Bhayangkara ke-78 

Misi Mengembalikan Kejayaan Golkar Sulsel

IAS memiliki niat atau misi yang jelas untuk Mengembalikan marwah dan kejayaan Golkar Sul Sel, karena baginya dianggap sebagai tantangan terbesar Golkar Sulsel saat ini adalah merebut kembali supremasi politiknya setelah dominasi pada beberapa pemilihan sebelumnya direbut oleh partai lain. Kepemimpinan IAS berfokus pada agenda restorasi strukturpolitik dengan berusaha menyatukan faksi-faksi yang terpecah, serta mengonsolidasikan kekuatan akar rumput. Dan hal ini terbukti IAS telah dimulai konsolidasi kekuatan politik Golkar Sul Sel yang seblumnya lantang berpihak kepada kandidat lain pun telah dimaafkan dan mantap melebur bersatu dengan barisan IAS. Kepercayaan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang memberikan surat diskresi khusus menjadi bukti besarnya ekspektasi DPP terhadap kapasitas IAS.

Baca Juga:  Konsentrasi (Khusyuk) Bernegara

Konsolidasi dan Dukungan Tokoh Perkuat Peluang IAS

Konsolidasi dan dukungan sahabat serta loyalis IAS merupakan langkah strategis IAS yang gencar membangun silaturahmi dengan para pemilik suara—mulai dari tingkat DPD II hingga organisasi pendiri partai, dan berbagai Ormas, OKP ikut menyertai dan memberikan dukungan termasuk terbentuknya Tim Advokasi (TAKASI IAS) sungguh menunjukkan kesiapan IAS memenangkan Golkar di Sulawesi Selatan.

Dukungan dari berbagai tokoh senior, seperti Ketua DPD II Golkar Bone Andi Fashar Padjlangi, Topan Pawe, Ambas Syam dan tokoh- tokoh kharimatik Golkar Sul Sel, tokoh ormas, tokoh OKP, tokoh aktifis, tokoh advokat semakin menegaskan dan seolah mengkomfirmasi bahwa figur IAS dianggap sebagai solusi yang tepat untuk menavigasi dinamika politik internal berlayarmenaklukkan tantangan ombak politik di Sulawesi Selatan.Dengan dukungan elektoral dan legitimasi struktural yang kuat, kepemimpinan IAS diyakini mampu membawa harapan baru. Visinya berpusat pada konsolidasi total untuk menjadikan Golkar kembali sebagai pemenang utama di Sulawesi Selatan. Dan sosok IAS bukan “Carita” beliau adalah seorang patriot yang tidak pernah setengah hati berjuang merebut kemenangan sejati yakni kemenangan rakyat Sulawesi Selatan karena IAS paham betul “Suara Golkar, suara rakyat”. Semoga IAS selalu dalam lindunganNya dan konsisten menjadi pemimpin amanah. Semoga manfaat, barakallah!

Baca Juga:  Mengurai Manajemen Aksi dan Psikologi Massa: Saat Mahasiswa Diajak Menelaah isu Beasiswa KIP dan Praktik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar

Makassar, 18-06-2026

Tinggalkan Balasan