KABARTA.ID, PANGKEP— Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 meningkat hingga mencapai 7 persen.
Target tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) di Ruang Rapat Wakil Bupati Pangkep, Kamis (9/10/2025).
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta. Agenda tersebut menjadi forum strategis dalam menyelaraskan langkah-langkah konkret percepatan ekonomi daerah.
Melalui forum ini, ditetapkan arah kebijakan dan target pertumbuhan ekonomi Pangkep untuk periode 2024–2030, dari 5,00 persen menjadi 6,62 persen.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan pengumpulan data sebagai dasar kebijakan ekonomi daerah.
Wakil Bupati Pangkep, H. Abd Rahman Assegaf, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi mencerminkan keberhasilan pembangunan. Untuk mendukung target nasional sebesar 8 persen sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, kita perlu bekerja bersama dan bertindak nyata di tingkat daerah,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Bappelitbangda menetapkan sembilan langkah utama percepatan ekonomi daerah, yakni:
Mempercepat realisasi APBD, Meningkatkan realisasi penanaman modal, Mempercepat proyek infrastruktur pemerintahan, Mengendalikan harga bahan pokok, Mencegah aktivitas ekspor-impor ilegal, Memperluas lapangan kerja, Meningkatkan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, Mendorong peningkatan output industri, Mempermudah proses perizinan usaha.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam tiga tahun terakhir (2022–2024) perekonomian Kabupaten Pangkep tumbuh stabil dengan rata-rata 4,5 persen per tahun.
Kepala Bappelitbangda Pangkep, Iman Takbir, menyampaikan bahwa upaya percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi fokus utama pemerintah daerah untuk berkontribusi terhadap pencapaian target nasional.
> “Pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen menjadi perhatian seluruh daerah. Kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata melalui program yang tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun dalam RPJMD target pertumbuhan ekonomi Pangkep masih di angka 6,5 persen, pihaknya optimistis tahun 2025 angka tersebut dapat meningkat hingga 7 persen.
“Alhamdulillah, proyeksi tahun 2025 menunjukkan arah positif. Dengan dukungan seluruh pihak dan optimalisasi potensi lokal, kita yakin bisa menembus angka 7 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iman menegaskan bahwa sektor industri, pertanian, dan perikanan masih menjadi pilar utama perekonomian Pangkep. Penguatan sektor-sektor tersebut diharapkan menjadi kunci dalam mendorong pemerataan kesejahteraan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
(MUN)











