Opini

Dari Rakyat untuk Rakyat, Bupati Maros Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H dan Semangat Pembangunan Partisipatif

191
×

Dari Rakyat untuk Rakyat, Bupati Maros Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H dan Semangat Pembangunan Partisipatif

Sebarkan artikel ini

Penulis : Arly Guliling Makkasau (Ketua Umum DPK KEPMI BONE LATENRIRUWA)

OPINI, MAKASSAR — Di tengah derasnya arus pembangunan dan tantangan birokrasi yang sering kali terjebak dalam rutinitas administratif, langkah Bupati Maros ( Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.), Untuk turun langsung ke lapangan dalam memantau progres pembangunan menjadi angin segar bagi wajah pemerintahan daerah. Pernyataan beliau, “Alhamdulillah, ini salah satu progres yang sedang dilaksanakan”, bukan sekadar kalimat biasa. Ia mencerminkan semangat kepemimpinan yang tidak hanya memerintah dari balik meja, tetapi juga memahami denyut kebutuhan masyarakat dari jarak yang paling dekat.

Kabupaten Maros saat ini sedang bergerak dalam fase penting pembangunan. Infrastruktur menjadi tulang punggung utama bagi kemajuan ekonomi, konektivitas antarwilayah, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun, di balik rencana besar itu, dibutuhkan sentuhan kepemimpinan yang mampu menjembatani antara kebijakan dan realitas di lapangan. Di sinilah peran Bupati menjadi sangat krusial — bukan hanya sebagai pengambil keputusan, tetapi juga sebagai pengawas langsung yang memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai arah dan harapan masyarakat.

Baca Juga:  Opini : “Rencana Anggaran Cerminan Kualitas Belanja”

Turunnya Bupati Maros ( Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.), ke lokasi pembangunan bukan semata seremonial. Ia adalah simbol keseriusan, bentuk tanggung jawab moral, dan upaya membangun kepercayaan publik. Ketika seorang pemimpin hadir di tengah masyarakat, ia sedang menghidupkan semangat partisipasi, menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya milik pemerintah, melainkan hasil kerja bersama antara rakyat dan pemimpinnya.

Namun, kehadiran di lapangan juga membawa konsekuensi: masyarakat kini berharap lebih besar. Mereka menantikan hasil nyata yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari — jalan yang lebih layak, fasilitas publik yang memadai, serta ruang ekonomi yang terbuka luas. Maka, tantangan selanjutnya adalah bagaimana progres ini tidak hanya berhenti pada tahap pelaksanaan, tetapi benar-benar menembus ruang kesejahteraan rakyat.

Baca Juga:  Transformasi Pembayaran Nontunai di Satuan Kerja Pemerintah Pusat Kabupaten Sinjai

Saya Arly Guliling Makkasau selaku masyakarat melihat hal tersebut sebagai langkah Bupati Maros (Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.), ini bisa dibaca sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, tanggap, dan akuntabel. Sebuah pola kepemimpinan yang tidak alergi terhadap kritik, dan justru menjadikan masukan masyarakat sebagai energi untuk berbenah.

Pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang beton dan aspal, melainkan tentang kehadiran pemimpin yang mampu menanamkan rasa percaya di hati rakyatnya. Bupati Maros telah memulai langkah itu — langkah yang sederhana namun bermakna, karena dari kehadiran di lapanganlah, arah pembangunan menemukan wajah manusianya.

Selain dari itu bupati maros juga kerap terbuka dengan organisasi Internal maupun eksternal, Karena saya selaku ketua umum DPK KEPMI BONE LATENRIRUWA merasakan hal tersebut, karena kami di buatkan vidio ucapan ajakan mengikuti Tudang Sipulung oleh Bupati Maros (Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.) pada tanggal 3-5 Oktober 2025/2026 kami mengadakan kegiatan “tudang sipulung”, dari vidio ajakan Tudang Sipulung oleh Bupati Maros itu sudah memperlihatkan bahwa keterbukaan dari bupati maros kepada organisasi” internal maupun eksternal.

Baca Juga:  OPINI : Guru sebagai Agen Transformasi Peradaban Antara Humanisme Freire, Keteladanan Nabi Muhammad, dan Tantangan Moral Bangsa