PANGKEP, KABARTA.ID–– PT PLN terus mendorong pemerataan akses listrik bagi masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Melalui program listrik masuk desa, pembangunan jaringan dan infrastruktur kelistrikan ditargetkan berlangsung secara bertahap mulai 2027 hingga 2029.
Program yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Presiden dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut diharapkan mampu menjangkau masyarakat di pulau-pulau terpencil yang selama ini belum menikmati layanan listrik PLN.
Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan, Rahmatan, mengungkapkan bahwa dari total 80 lokasi pulau berpenghuni di Kabupaten Pangkep, sebanyak 10 lokasi telah mendapatkan akses listrik PLN. Namun, beberapa di antaranya masih dalam tahap penyelesaian.
Sementara itu, sebanyak 70 lokasi pulau berpenghuni lainnya masih belum terjangkau layanan listrik PLN.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pangkep yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan dan mengusulkan program kelistrikan untuk masyarakat kepulauan. Dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam menyukseskan program ini,” ujar Rahmatan dalam rilisnya, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan akan dilaksanakan secara bertahap. Sejumlah lokasi direncanakan mulai dikerjakan pada 2027, kemudian dilanjutkan hingga 2028 dan 2029.
Menurut Rahmatan, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan energi, sehingga masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar juga dapat menikmati layanan listrik.
“Harapan kita semua, demikian pula harapan Bapak Bupati, untuk menyukseskan keinginan Bapak Presiden agar seluruh pulau dan masyarakat terpencil dapat menikmati listrik dari PLN,” jelasnya.
PLTS Komunal Jadi Solusi Liukang Tangaya
Khusus untuk wilayah Kecamatan Liukang Tangaya, PLN menyiapkan opsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal sebagai solusi penyediaan energi listrik bagi masyarakat kepulauan.
Pemilihan teknologi tersebut menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan akses listrik di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan membutuhkan pendekatan infrastruktur kelistrikan tersendiri.
“Khusus Liukang Tangaya, kita memilih opsi PLTS Komunal. Harapan kami, ada kolaborasi dengan Pemkab Pangkep, terutama dalam penyiapan lahan untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut,” ungkap Rahmatan.
Ia menambahkan, pihak PLN bersama Bupati Pangkep telah meninjau sejumlah lokasi pulau yang dipersiapkan untuk pembangunan fasilitas PLTS Komunal.
“Alhamdulillah, kita sudah mengecek beberapa pulau. Kesiapan lahan untuk mendukung pembangunan PLTS Komunal juga sangat memadai,” katanya.
Rahmatan berharap sinergi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Pangkep terus diperkuat, khususnya dalam mendukung penyiapan lahan dan kelancaran tahapan pembangunan.
Dengan rencana pembangunan secara bertahap hingga 2029, program listrik masuk desa diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kelistrikan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil Kabupaten Pangkep.
(MUN)*











