Daerah

Inovasi Apartemen Ikan Antar Sulsel Masuk Lima Besar SDGs Action Awards 2026

19
×

Inovasi Apartemen Ikan Antar Sulsel Masuk Lima Besar SDGs Action Awards 2026

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, JAKARTA— Inovasi Apartemen Ikan yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berhasil mengantarkan daerah tersebut masuk lima besar finalis Indonesia’s SDGs Action Awards 2026. Program yang dikembangkan pada masa kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi ini mengintegrasikan rehabilitasi habitat laut, peningkatan produktivitas perikanan, dan penguatan ekonomi nelayan.

Capaian tersebut menjadi kesempatan bagi Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan praktik pembangunan kelautan yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pemprov Sulsel mengikuti wawancara final lima besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Hotel Pullman Jakarta Indonesia, Jakarta Pusat. Tahapan ini merupakan bagian dari proses penilaian yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama dewan juri.

Delegasi Sulawesi Selatan terdiri atas Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappelitbangda Irawan Dermayasamin Ibrahim, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Dr. M. Ilyas, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbangda Erlan Triska, serta Ardiansyah Aridan dari Tim Kerja SDGs Sulawesi Selatan.

Dalam pemaparan praktik baik tersebut, delegasi Sulsel menjelaskan bahwa Apartemen Ikan bukan sekadar pembangunan struktur atau modul buatan di perairan. Inovasi ini dirancang untuk mendukung pemulihan habitat laut, menyediakan area pemijahan dan pembesaran ikan, serta membantu menciptakan lokasi penangkapan ikan yang lebih terarah bagi nelayan.

Baca Juga:  KP2KP Malili dan Polres Luwu Timur Bersinergi Tangkal Penipuan Berkedok Pajak

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus meningkatkan produktivitas perikanan secara berkelanjutan.

Hasil Tangkapan Nelayan Meningkat Sekitar 60 Persen

Salah satu capaian yang dipaparkan dalam materi praktik baik Apartemen Ikan adalah peningkatan hasil tangkapan nelayan berdasarkan data survei yang disampaikan dalam presentasi.

Hasil tangkapan yang sebelumnya tercatat sebesar 13.905 kilogram per hari meningkat menjadi 22.248 kilogram per hari. Dengan demikian, terdapat kenaikan sebanyak 8.343 kilogram per hari atau sekitar 60 persen.

Jika menggunakan asumsi harga ikan sebesar Rp25.000 per kilogram, estimasi nilai hasil tangkapan meningkat dari Rp347.625.000 menjadi Rp556.200.000 per hari.

Angka tersebut memperlihatkan potensi ekonomi yang signifikan dari peningkatan produktivitas perikanan. Namun, nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan volume tangkapan dan asumsi harga ikan, sehingga tidak serta-merta dapat diartikan sebagai pendapatan bersih yang diterima nelayan.

Capaian ini menjadi salah satu aspek penting yang ditonjolkan dalam praktik baik Apartemen Ikan, yakni bagaimana intervensi terhadap habitat perairan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca Juga:  KPU Bone Intensifkan Pendidikan Pemilih Lewat Pemilihan Ketua OSIS Serentak

Dorong Ekonomi Biru yang Berkelanjutan

Selain capaian ekonomi, pengembangan Apartemen Ikan juga menekankan pentingnya keberlanjutan pembiayaan, partisipasi masyarakat pesisir, pengelolaan habitat, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Aspek-aspek tersebut diperlukan agar manfaat program tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Keterlibatan masyarakat pesisir menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Nelayan tidak hanya diharapkan memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga berperan dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawab.

Melalui pendekatan tersebut, Apartemen Ikan diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan ekonomi biru yang mengutamakan keseimbangan antara kelestarian ekosistem, produktivitas perikanan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan pengembangan inovasi ini juga membuka peluang untuk menerapkan pendekatan serupa di wilayah pesisir lainnya, dengan menyesuaikan kondisi ekosistem, kebutuhan masyarakat, serta karakteristik perikanan setempat.

Perkuat Komitmen Sulsel terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Masuknya Sulawesi Selatan dalam lima besar finalis Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan inovasi daerah dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga:  Musim Panen, Kadis A Asman Sulaiman : Ada Ribuan Hektar Siap Panen di Bone

Apartemen Ikan memiliki keterkaitan dengan sejumlah agenda pembangunan berkelanjutan, terutama Tujuan 14 tentang Ekosistem Lautan, Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Tujuan 1 tentang Penghapusan Kemiskinan melalui upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui inovasi ini, Pemprov Sulsel menunjukkan pendekatan pembangunan yang berupaya menyelaraskan aspek lingkungan dan ekonomi. Pemulihan habitat laut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan, sementara peningkatan produktivitas memberikan peluang bagi penguatan ekonomi nelayan.

Pencapaian posisi lima besar juga menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan inovasi Apartemen Ikan di tingkat nasional sekaligus mendorong pengembangan program serupa di daerah lain.

Dengan mengedepankan kolaborasi, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, Apartemen Ikan diharapkan terus berkembang sebagai salah satu upaya mendukung pembangunan kelautan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Bagi Sulawesi Selatan, capaian ini bukan hanya tentang pengakuan terhadap inovasi daerah, melainkan juga tentang pentingnya memastikan bahwa pelestarian ekosistem laut berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan nelayan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan