Pangkep

Dirut Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi, Bangun Rumah Ditarget Rampung 1 Bulan

21
×

Dirut Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi, Bangun Rumah Ditarget Rampung 1 Bulan

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, MAROS-– Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menghadiri peresmian rumah yang dibangun menggunakan Bata Interlock Presisi (BIP) di kawasan Perumahan Sunrise City Maros, Sabtu (3/10/2026).

Rumah tersebut menjadi salah satu proyek awal di Sulawesi Selatan yang memanfaatkan Bata Interlock Presisi sebagai material konstruksi. Teknologi tersebut dikembangkan sebagai salah satu solusi untuk mempercepat proses pembangunan sekaligus mendorong efisiensi biaya konstruksi.

Dalam sambutannya, Anis mengatakan penggunaan istilah Bata Interlock Presisi bukan tanpa alasan. Menurutnya, tingkat presisi menjadi salah satu keunggulan material tersebut dibandingkan produk bata interlock pada umumnya.

“Alhamdulillah, hari ini peresmian rumah BIP yang menggunakan Bata Interlock Presisi. Kenapa Bata Interlock Presisi diberikan nama oleh SIG, karena mungkin ini bukan satu-satunya produk Bata Interlock yang ada di Indonesia. Tetapi mungkin satu-satunya Bata Interlock yang sangat presisi,” ujar Anis.

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan utama Bata Interlock Presisi adalah waktu pengerjaan yang relatif lebih singkat. Jika pembangunan rumah secara konvensional dapat membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan, pembangunan menggunakan BIP ditargetkan dapat diselesaikan maksimal sekitar satu bulan dengan dukungan tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan.

“Kalau seperti yang kelihatan di belakang kita ini, rumah-rumah tipe subsidi mungkin dalam membangun satu rumah membutuhkan waktu empat sampai lima bulan. Tetapi Insya Allah dengan menggunakan Bata Interlock Presisi dan para pekerja bangunan yang sudah dilatih dengan baik, satu rumah ini bisa diselesaikan paling lama hanya satu bulan,” katanya.

Baca Juga:  Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemprov Sulsel Ajak Kolaborasi Percepat Pemulihan Ekosistem Mangrove di Pangkep

Menurut Anis, percepatan pembangunan juga berpotensi memberikan efisiensi dari sisi biaya. Salah satu komponen yang cukup besar dalam pembangunan rumah adalah biaya tenaga kerja.

Dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat, biaya tenaga kerja diharapkan dapat ditekan. Efisiensi tersebut dinilai dapat mendukung upaya menghadirkan hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Bayangkan, cost terbesar di dalam pembangunan rumah salah satunya adalah cost tukang. Jadi kalau kita bisa memangkas lebih dari 50 persen dari cost tukang, Insya Allah program pemerintah untuk bagaimana masyarakat bisa menjangkau rumah dan memiliki rumah, kita juga ikut membantu,” jelasnya.

Anis menegaskan, pengembangan Bata Interlock Presisi merupakan bagian dari komitmen Semen Indonesia Group (SIG) dalam menghadirkan solusi konstruksi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian.

“Visi dari SIG adalah bagaimana bersama-sama memberikan solusi kepada masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat bisa menikmati rumah ke depan dengan lebih baik,” ujarnya.

Dalam pengembangan BIP, Semen Tonasa sebagai bagian dari SIG turut berperan melalui penyediaan material semen untuk wilayah Indonesia Timur. Sementara produksi bata interlock dilakukan bersama mitra dari unit usaha beton.

Baca Juga:  “Pancarkan Pesona Kartini Masa Kini”, KIKST Semen Tonasa Dorong Perempuan Tampil Percaya Diri

“Kami dari Semen Tonasa yang merupakan bagian dari Semen Indonesia yang melayani Indonesia Timur. Bersama-sama unit usaha beton yang memproduksi ini, kami bagian memproduksi semennya di Sulawesi Selatan,” kata Anis.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan material konstruksi lokal yang lebih efisien. Ke depan, Bata Interlock Presisi SIG juga diharapkan dapat diterapkan lebih luas di Sulawesi Selatan maupun kawasan Indonesia Timur.

Sementara itu, Direktur Utama PT Nusantara Land Development, Tri Wijaya, mengatakan konsep rumah tersebut menggabungkan proses pembangunan yang lebih cepat dengan desain modern yang terinspirasi dari hunian di Eropa.

“Model-modelnya mirip dengan rumah-rumah di Milano, rumah-rumah di Eropa yang sangat eksklusif. Ini yang kami coba hadirkan di sini. Sebuah kehormatan bagi kami karena menjadi rumah pertama di Sulawesi yang menghadirkan rumah dengan bahan bata interlock presisi SIG,” ujarnya.

Tri mengatakan Maros dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki akses yang relatif dekat dengan Kota Makassar dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Selain itu, Maros dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu kawasan penyangga Kota Makassar dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

“Saya memilih di Maros karena ini salah satu perumahan kami yang paling dekat dari Makassar. Lokasinya juga dekat dari Bandara Sultan Hasanuddin dan Maros menjadi kota penopang Makassar,” katanya.

Baca Juga:  TRC Semen Tonasa Raih Penghargaan Basarnas atas Kiprah dalam Operasi SAR Pesawat ATR 42-500

Menurut Tri, penggunaan Bata Interlock Presisi menjadi bagian dari upaya menghadirkan material konstruksi dengan karakter berbeda, namun tetap menyasar harga yang lebih terjangkau.

“Kami menghadirkan bahan yang berbeda dengan kualitas yang bagus tetapi dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.

Pengembang juga membuka peluang untuk menerapkan teknologi tersebut pada pembangunan rumah subsidi. Rencana tersebut saat ini masih dalam tahap perancangan dan diharapkan dapat direalisasikan pada pengembangan proyek berikutnya.

“Ke depan kami akan coba memikirkan dan membuat satu kompleks perumahan kami di lokasi lain yang bisa menerapkan ini untuk rumah subsidi. Sementara kami rancang, semoga ke depannya bisa seperti itu,” katanya.

Peresmian tersebut turut dihadiri Owner sekaligus Direktur Utama PT Nusantara Land Development Tri Wijaya, Owner Bumi Tirta Nusantara Grup sekaligus Senior Kehormatan REI Sulawesi Selatan Opa Aras, Owner PT Bumi Pundi Karsa H. Badris, Senior Manager of Derivative & Non Semen Sales Project SIG Adi Akmal, Senior Manager Communication & Secretariate PT Semen Tonasa Hardiman, Abdul Fatah dari PT Varia Usaha Beton, serta Kepala Desa Tellumpoccoe H. Danil.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan