KABARTA.ID, BONE— Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, M.M., menyatakan laju inflasi di Kabupaten Bone berada dalam kondisi yang terkendali. Hal itu menyusul rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Kota Watampone mengalami deflasi sebesar 0,31 persen pada Juli 2026, dengan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 2,50 persen.
Menurut Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, capaian tersebut menunjukkan stabilitas harga di daerah tetap terjaga dan berada pada level yang aman.
“Alhamdulillah inflasi kita turun ke level aman, di bawah nasional dan provinsi,” ujar Andi Asman, Selasa (4/8/2026).
Ia menilai kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah karena mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan daya beli masyarakat.
“Posisi ini sangat ideal, baik untuk penghasil maupun konsumen, bukti stabilitas ekonomi daerah terjaga,” katanya.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 10/08/7311/Th. XIX yang dirilis BPS Kabupaten Bone pada 3 Agustus 2026, selain mencatat deflasi bulanan sebesar 0,31 persen, Watampone juga membukukan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 2,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,84.
BPS menjelaskan, inflasi tahunan terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 1,17 persen. Kontributor lainnya berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,71 persen, transportasi sebesar 0,22 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,13 persen.
Tren inflasi di Watampone juga menunjukkan penurunan signifikan. Setelah sempat menyentuh 5,87 persen pada Februari 2026, inflasi tahunan terus melandai hingga mencapai 2,50 persen pada Juli 2026.
Bupati Bone berharap stabilitas inflasi yang terjaga dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menjaga daya beli masyarakat, serta menciptakan iklim usaha yang sehat bagi para pelaku ekonomi di Kabupaten Bone.
(Ju)*











