Daerah

Profesionalisme ASN Jadi Prioritas, Pemkab Luwu Gelar Assessment Bersama Polda Sulsel

11
×

Profesionalisme ASN Jadi Prioritas, Pemkab Luwu Gelar Assessment Bersama Polda Sulsel

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, MAKASSAR— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu kembali menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang profesional, objektif, dan berbasis kompetensi melalui pelaksanaan Assessment Jabatan Administrator Tahun 2026 bekerja sama dengan Assessment Center Polda Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Juli 2026, dipusatkan di Lantai II Gedung Assessment Bagbinkar Ro SDM Polda Sulsel, Makassar.

Assessment Center tersebut dibuka oleh Kepala Biro SDM Polda Sulsel dan diikuti 30 pejabat administrator sebagai peserta (asesi). Proses penilaian melibatkan 35 asesor Polda Sulsel serta dua asesor dari SSDM Polri sebagai tim supervisi. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok yang masing-masing terdiri atas 15 orang.

Pelaksanaan assessment merupakan bagian dari penerapan sistem merit dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus mendukung percepatan pembangunan Manajemen Talenta ASN sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 411 Tahun 2025.

Baca Juga:  Usai Libur Lebaran, Aksi Bersih-bersih Digelar di Ulaweng

Dalam assessment tersebut, peserta dinilai berdasarkan sembilan kompetensi utama, yakni integritas, pengambilan keputusan, orientasi hasil, kemampuan mengelola perubahan, pengembangan diri dan orang lain, komunikasi, kerja sama, pelayanan publik, serta perekat bangsa.

Bupati Luwu H. Patahuddin, S.Ag., dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu, Rahimullah, S.E., M.M., menegaskan bahwa manajemen talenta menjadi fondasi penting dalam menciptakan birokrasi yang profesional, kompeten, dan berkinerja tinggi.

Menurutnya, setiap ASN harus ditempatkan sesuai dengan kompetensi, potensi, rekam jejak, integritas, serta kebutuhan organisasi agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penempatan seseorang dalam jabatan pemerintahan tidak boleh hanya didasarkan pada pertimbangan administratif, tetapi harus memperhatikan kompetensi, kinerja, rekam jejak, potensi, integritas, serta kesesuaian antara kapasitas individu dengan kebutuhan organisasi,” tegasnya.

Patahuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polda Sulsel, atas sinergi yang terus terjalin dalam penyelenggaraan Assessment Center.

Baca Juga:  Bupati Luwu Utara Terima Bantuan Untuk Penyitas Banjir Bandang Dari IIFPG

Menurutnya, kolaborasi tersebut bukan sekadar pelaksanaan uji kompetensi, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, objektif, akuntabel, dan berbasis kompetensi.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan assessment dengan penuh kejujuran, percaya diri, dan menunjukkan kemampuan terbaik sehingga hasilnya dapat menjadi dasar dalam pengembangan karier ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu.

Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Sulsel mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Kabupaten Luwu yang kembali menggandeng Assessment Center Polri sebagai mitra pelaksanaan uji kompetensi ASN.

Menurutnya, kerja sama yang telah terjalin melalui nota kesepahaman menjadi wujud sinergi dalam mendukung reformasi birokrasi dan penerapan sistem merit di lingkungan pemerintahan daerah.

Ia menegaskan bahwa Assessment Center Polri dilaksanakan dengan prinsip objektivitas, independensi, akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme melalui metode multi tools, multi asesor, multi asesi, serta integrasi data sehingga mampu menghasilkan pemetaan kompetensi peserta secara akurat.

Baca Juga:  Penanganan Bencana, Indah: Butuh Dukungan Masyarakat

Polda Sulsel berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur di Kabupaten Luwu.

Salah satu asesor yang terlibat, Kabag Ops Satbrimob Polda Sulsel AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., mengaku bangga kembali dipercaya menjadi bagian dari Assessment Center bersama Pemerintah Kabupaten Luwu.

Mantan Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel itu menilai assessment merupakan instrumen penting dalam memetakan kompetensi ASN secara objektif sehingga mampu menghasilkan aparatur yang profesional, berintegritas, dan memiliki orientasi pelayanan publik yang kuat.

Melalui Assessment Jabatan Administrator Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap dapat melahirkan talenta-talenta terbaik yang siap memperkuat organisasi perangkat daerah sekaligus mendukung terwujudnya birokrasi yang adaptif, profesional, dan berdaya saing.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan