Sinjai

Banjir di Sinjai, Ratusan Rumah hingga Rujab Bupati Terendam

65
×

Banjir di Sinjai, Ratusan Rumah hingga Rujab Bupati Terendam

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, SINJAI— Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kabupaten Sinjai sejak Sabtu malam (18/7/2026) hingga Minggu pagi (19/7/2026) mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Sinjai Utara. Ratusan rumah warga, fasilitas publik, hingga Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai dilaporkan terdampak.

Berdasarkan laporan Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WITA. Luapan Sungai Tangka dan anak Sungai Bontompare akibat tingginya curah hujan menjadi penyebab utama genangan di sejumlah kawasan.

Banjir merendam ratusan rumah di Kelurahan Balangnipa, Biringere, dan Bongki dengan ketinggian air berkisar antara 40 sentimeter hingga satu meter. Kawasan permukiman yang terdampak meliputi Perumahan BTN Tangka Mas, Perumahan Dokter, Perumahan Pengadilan Negeri, Perumahan Kejaksaan, dan Perumahan Telkom.

Selain kawasan permukiman, genangan juga meluas ke berbagai fasilitas umum dan perkantoran. Di antaranya RSUD Sinjai, Kodim 1424 Sinjai, Kantor BPBD, Bapenda, Disperindag, Balitbangda, Posko Damkar, BKPSDMA, Kantor Pertanahan, Kantor Ketahanan Pangan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, DP3AP2KB, Stadion H. Andi Bintang, serta sejumlah fasilitas olahraga lainnya.

Rumah Jabatan Bupati Sinjai juga tak luput dari dampak banjir. Sementara itu, tiga masjid dan beberapa sekolah, yakni SMA Negeri 5 Sinjai, SDLB Sinjai, SD Negeri 103, dan SD Negeri 125 turut terendam.

BPBD Sinjai juga melaporkan dua pohon trembesi tumbang dan menimpa kawasan Perumahan Pengadilan Negeri Sinjai. Selain itu, sejumlah kios dan toko milik warga ikut terdampak akibat genangan air.

Meski banjir menyebabkan kerusakan dan mengganggu aktivitas masyarakat, hingga Minggu siang belum ada laporan korban jiwa. Sementara itu, total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh BPBD.

Staf BPBD Sinjai, Andi Octav, mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada BNPB dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan. BPBD juga terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan Polres Sinjai, Kodim 1424 Sinjai, pemerintah desa dan kelurahan, serta instansi terkait dalam penanganan bencana.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Hingga Minggu siang, sebagian ruas jalan masih tergenang, sementara warga bersama pegawai di sejumlah instansi bergotong royong membersihkan lumpur dan material banjir dari rumah, perkantoran, serta saluran drainase agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.

(Bgs)*

Tinggalkan Balasan