KABARTA.ID, BONE— Pemerintah Kabupaten Bone terus memperkuat pembangunan infrastruktur dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp32,3 miliar untuk pembangunan jalan baru sepanjang 7,5 kilometer pada tahun anggaran 2026.
Program yang dikelola melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Bone tersebut terbagi dalam empat paket pekerjaan yang tersebar di sejumlah wilayah. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil ekonomi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas BMCKTR Bone, Jumran, mengatakan pembangunan jalan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar.
“Seluruh pekerjaan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan dengan mempertimbangkan akses transportasi serta kelancaran distribusi ekonomi,” kata Jumran saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (16/7/2026).
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bone untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Andi Asman, peningkatan akses jalan tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka keterisolasian sejumlah wilayah, memangkas waktu tempuh, serta memudahkan distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan sektor usaha lainnya.
“Pembangunan jalan ini merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Konektivitas antarwilayah harus terus diperkuat agar aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar, biaya transportasi dapat ditekan, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar Andi Asman.
Ia menjelaskan, paket pembangunan pertama mencakup ruas Pammusureng–Bana sepanjang 0,80 kilometer dan Pammusureng–Mattirowalie sepanjang 1 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp8,6 miliar.
Paket berikutnya meliputi pembangunan Jalan Desa Bulu Tanah sepanjang 1 kilometer dan pengaspalan Jalan Desa Mappesangka sepanjang 1 kilometer. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp7,7 miliar.
Sementara itu, pembangunan ruas Jalins–Kajuara sepanjang 2,7 kilometer menjadi proyek dengan nilai kontrak terbesar, yakni sekitar Rp12,1 miliar.
Adapun paket terakhir adalah pembangunan ruas Ureng–Lonrong sepanjang 1 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp3,9 miliar.
Selain pembangunan jalan baru, Pemkab Bone juga mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi jalan, pemeliharaan berkala jalan, serta pembangunan dan penggantian jembatan sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur secara menyeluruh.
Jumran berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Kabupaten Bone.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bone periode 2024–2025, jalan kabupaten yang masih berstatus belum mantap mencapai sekitar 629 kilometer atau sekitar 40 persen dari total 1.559,51 kilometer ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Daftar ruas jalan yang dibangun pada 2026:
1. Jalan Desa Bulu Tanah – 1,00 km
2. Pengaspalan Jalan Desa Mappesangka – 1,00 km
3. Ruas Jalins–Kajuara – 2,70 km
4. Ureng–Lonrong – 1,00 km
5. Pammusureng–Bana – 0,80 km
6. Pammusureng–Mattirowalie – 1,00 km
(Ju)*











