DaerahEkobis

Kabar Gembira! Tak Perlu Lagi Pesan Jauh dari Papua, Bone akan Panen Buah Matoa

63
×

Kabar Gembira! Tak Perlu Lagi Pesan Jauh dari Papua, Bone akan Panen Buah Matoa

Sebarkan artikel ini
Int/ilustrasi ai

Kabar gembira bagi pecinta buah Matoa di Kabupaten Bone Sulsel. Tak lama lagi, tak perlu repot memesan jauh atau ke daerah Papua untuk menikmati buah yang punya cita rasa khas ini. Sebab Petani di Kabupaten Bone diprediksi akan panen buah Matoa tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD KPH Cenrana, A Tonra Solie saat menjawab harapan win-win solution Camat Ulaweng AM Aryananda saat Sosialisasi Penyadartahuan Kerusakan Hutan di Bone di Balai Desa Cani Sirenreng, Senin (18/5/2026).

“Kalau mau makan Matoa ndag usah ke mana-mana, nanti tiga tahun ke depan, kalau hitungan kami, tahun depan sudah mulai berbuah. Ndag usah ke mana-mana ke Bone saja kalau mau makan Matoa, “ungkap A Tonra Solie disambut senyum gembira hadirin

Pada kesempatan ini, Tonra belum menyampaikan secara detail di mana perkebunan Matoa ini. Ia fokus menjelaskan keunggulan buah hingga jenis kayu pohon Matoa ini. Ia juga menyampaikan potensi ekonomi buah Matoa hingga disebut dapat tumbuh berbarengan dengan tanaman jagung.

Tanaman produktif Matoa dinilai sebagai win-win solution untuk tetap menjaga penghijauan berkelanjutan di lahan Jagung. Tak seperti tanaman lainnya, Matoa disebut bisa tumbuh subur berdampingan dengan tanaman Jagung yang juga subur.

Baca Juga:  Masjid Istiqbal Sibulue Direnovasi, Bupati dan Kapolres Bone Jadi Penyumbang Awal

Ia mengatakan, selama beberapa tahun terakhir ini, pihaknya terus mencari tanaman apa yang bisa dikembangkan bersanding dengan tanaman Jagung, sehingga nilai ekonomi dan pelestarian alam berjalan beriringan.

Selama kurung waktu itu, pihaknya telah mencoba beberapa tanaman produktif yang dianggap bisa berdampingan dengan jagung. Termasuk tanaman Sukun yang disebut masih 50:50 untuk diterima oleh petani.

“Alhamdulillah selama kurang lebih tiga tahun ini kami mencoba tanaman yang menjadi andalan kami, apa itu yakni tanaman yang berasal dari Papua yakni Matoa”ungkapnya

Menurutnya, tanaman Matoa disamping buahnya enak dimakan dan kaya akan manfaat, kayu pohon Matoa ini juga disebut punya kualitas yang baik. Harga jual buah Matoa pun sangat menjanjikan.

Tanaman Matoa dinilai sangat tepat jadi pilihan petani untuk ditanam berdampingan dengan tanaman jagung. Penanaman dengan catatan harus mengarah ke timur barat dengan jarak yang disarankan.

“Jarak tanam kita hantam 10×20, 10 jarak dan lorongnya 20. Dengan catatan penanamanya harus mengarah timur barat, karena kapan tidak mengarah timur barat, tidak jadi jagung.

Baca Juga:  Bupati Bone Pimpin Rakor Kondisi Terkini Bone, Bahas Vaksinasi Hingga Pilkades

Naik pohon, terlindungi jagung, tidak bisa tumbuh. Dua mater itu antaranya bisa, kalau 10:20 itu bisa tumbuh, “ungkapnya.

Tak hanya cocok berdampingan dengan tanaman Jagung, Matoa juga disebut bisa tumbuh berdampingan dengan tanaman seperti Kopi.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Ulaweng, AM Aryananda berharap ada win-win solution untuk menggalakkan penghijauan hutan di wilayahnya. Win-win solution ini diharap bisa berdampingan dengan tanaman jagung yang menjadi komoditi petani.

“Jadi kita harap ada win-win solution untuk penghijauan. Semoga ada win-win solution untuk penghijauan dan tidak mengganggu penghasilan masyarakat, “ungkap Camat Ulaweng AM Aryananda saat hadiri Sosialisasi Penyadartahuan Kerusakan Hutan di Bone di Balai Desa Cani Sirenreng, Senin (18/5/2026).

Sepengetahuan Camat, tanaman jagung seringkali dianggap tidak bisa tumbuh subur jika berdampingan dengan pohon yang pada umumnya ditanam untuk penghijauan. Anggapan ini juga dipahami oleh sebagian besar petani jagung di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Petani di Bone Menjerit Harga Jagung Jatuh Ketika Panen: Kita Rugi

“Jadi kita harap ada win-win solution, tanaman apa yang bisa berdampingan dengan tanaman jagung, (supaya penghijauan jalan, penghasilan masyarakat tak terganggu), “ungkapnya Aryananda.

Lebih lanjut Aryananda mengatakan, antusiasme petani menanam jagung di kecamatan Ulaweng terbilang tinggi. Olehnya itu, ia menilai sangat penting dibarengi kesadaran untuk tetap menjaga keseimbangan alam, agar aktivitas menanam jagung tetap jalan dan keseimbangan alam terjaga.

Menurutnya, kesadaran akan pentingnya pola pikir penghijauan hutan atau pelestarian alam sangat penting ditanamkan pada diri tiap masyarakat. Sebab kata dia, alam yang tidak terjaga, lambat laun akan berdampak buruk pada kehidupan bermasyarakat.

“Memang sekarang kita belum begitu rasakan dampaknya, tapi lama kelamaan akan terasa dampaknya, kita akan susah dapatkan air dan lain sebagainya. Jadi kalau bukan kita rawat hutan, lingkungan ta, siapa lagi, “ungkapnya.

” Semoga ada win-win solution untuk penghijauan dan juga tidak mengganggu penghasilan masyarakat, “pungkasnya.

Kepala Seksi Wilayah I Gakkumhut Sulawesi, Abdul Waqqas mengapresiasi apa yang disampaikan Camat Ulaweng. Menurutnya, apa yang disampaikan, sangat menyentuh dan dirasakan oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan