Bone

Final Bone Beramal Cup Digratiskan, Akademisi Ingatkan Potensi Overcapacity dan Desak Pengamanan Ketat

30
×

Final Bone Beramal Cup Digratiskan, Akademisi Ingatkan Potensi Overcapacity dan Desak Pengamanan Ketat

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,​BONE— Kebijakan panitia untuk menggratiskan tiket laga final turnamen sepak bola Bone Beramal Cup di Stadion Lapatau, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026), harus dibarengi dengan pengamanan ketat.

Kebijakan tersebut dinilai sarat risiko dan berpotensi mengancam keselamatan penonton jika tidak dibarengi dengan manajemen pengamanan yang ekstra ketat.

​Akademisi, Muhammad Yusran, menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak dari kebijakan populis tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang tinggi berpotensi memicu kelebihan kapasitas (overcapacity) di dalam stadion.

​”Kebijakan populis menggratiskan tiket final sepak bola itu sangat berbahaya. Overcapacity, euforia berlebihan, keamanan, ketertiban, serta akses keluar masuk yang tidak tertata baik, ditambah tensi tinggi dengan pengamanan tidak terukur, bisa berakibat fatal,” ujar Yusran dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga:  Pendiri Assurur Fondation, H. Faisal Ibrahim Inspirasi Generasi Muda Jadi Entrepreneur, Tekankan Disiplin, Komitmen, dan Pengalaman

​Yusran juga secara tegas mengingatkan seluruh pihak agar belajar dari kelalaian masa lalu di dunia sepak bola Indonesia. Ia berharap euforia turnamen lokal ini tidak berujung pada duka.

​”Jangan sampai hiburan berubah jadi peristiwa Kanjuruhan. Stay safe semuanya,” tambahnya.

Dia mengingatkan pada tragedi kemanusiaan sepak bola yang menjadi pelajaran mahal bagi manajemen massa di stadion.

​Antisipasi dan Desakan Pengamanan
​Menyikapi potensi lonjakan penonton di Stadion Lapatau, pihak terkait didesak untuk melakukan langkah-langkah preventif, antara lain:

​Pembatasan Pintu Masuk:

Memastikan jumlah penonton yang masuk tetap terkontrol sesuai dengan kapasitas maksimal tribun Stadion Lapatau, meskipun tiket digratiskan.
​Sterilisasi Jalur Evakuasi: Menjaga akses keluar dan masuk tetap longgar dan tidak terhambat oleh penumpukan massa.

Baca Juga:  Aksi Bupati Bone Tinjau Banjir Sejak Subuh di Watampone, Mulai Kuatkan Warga Hingga Borong Dagangan Warga untuk Korban

​Peningkatan Personel Keamanan:

Menyiapkan pengamanan terukur guna meredam tensi tinggi antar suporter yang biasa terjadi di laga final.

​Masyarakat dan pencinta sepak bola yang hadir juga diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, tidak memaksakan diri masuk jika stadion sudah penuh, serta mengutamakan keselamatan selama mengawal jalannya laga final Bone Beramal Cup.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan