Makassar – Pemadaman listrik di Kota Makassar oleh PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar kini berlangsung hingga 5-6 jam, padahal sebelumnya hanya terjadi 3-4 jam saja.
PLN UID Sulselrabar pun menyebut hal itu terjadi lantaran kemampuan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) turun drastis 75 persen gegara dampak kemarau berkepanjangan yang sempat melanda Kota Makassar dan sekitarnya pada beberapa pekan kemarin.
Menurut pihak PLN, Daya Mampu Pasok (DMP) kondisi Normal sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mencapai 2.300 megawatt (MW) dengan kontribusi PLTA sebesar 850 MW.
“Beban Puncak malam hari berada di kisaran 1.800 MW, atau tersedia Reserve Margin 21,7% dan ini sebenarnya cukup ideal sebelum terganggu akibat fenomena El Nino,” kata Ahmad Amirul Syarif, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Jumat, 24 November 2023. dilansir dari makassarterkini
Fenomena El Nino atau musim kemarau yang berkepanjangan tersebut, kata Ahmad, telah berdampak terhadap berkurangnya debit air, sehingga menyebabkan kemampuan PLTA turun sekitar 75 persen dari 850 Megawatt (MW) menjadi 200 MW.
“Guna menanggung beban keterbatasan daya tersebut, selama ini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menanggung beban yang cukup tinggi sehingga jatuh tempo untuk dilakukan pemeliharaan,” tambahnya.
Saat ini, petugas PLN tengah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pemeliharaan PLTU agar sesegera mungkin dapat kembali beroperasi maksimal guna menopang kondisi Kelistrikan Sistem Sulbagsel.
Diketahui, sistem Kelistrikan Sulbagsel terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu, Poso (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan.
Berbagai upaya pun terus dilakukan PLN mulai dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), khususnya di daerah aliran sungai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air.
“Upaya ini telah membuahkan hasil di mana hujan sudah turun di beberapa lokasi PLTA, harapannya debit air dapat terus bertambah dan suplai listrik bisa kembali normal,” tutur Ahmad.
Selain itu, lanjut Ahmad, upaya relokasi pembangkit dari beberapa wilayah tersebar di Indonesia juga terus dilakukan.
“Pembangkit tersebut akan memasok tambahan daya sekitar 80 Megawatt (MW) dan diharapkan dapat segera membantu sistem kelistrikan di Sulbagsel. Tim ahli pembangkitan juga turut didatangkan ke Makassar untuk mengakselerasi penormalan pasokan listrik,” ujarnya.
Pemadaman Listrik Sulselbar Sebelumnya 3 jam, Kini Berlangsung Lebih Lama 5 Jam
