KABARTA.ID, BONE— Tidak semua perjumpaan harus direncanakan untuk meninggalkan kesan mendalam. Terkadang, sebuah sapaan sederhana dari seorang anak kecil mampu menghadirkan kehangatan, bahkan menyentuh hati seorang pemimpin.
Itulah yang terjadi dalam kegiatan jalan pagi Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, di kawasan Bone Barat, Minggu (1/11/2026).
Pagi itu, Bupati Bone berjalan menyusuri kawasan permukiman warga. Selain menjaga kebugaran tubuh, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk bersilaturahmi, menyapa masyarakat, sekaligus melihat secara langsung kehidupan warga.
Di tengah perjalanan, sebuah suara kecil tiba-tiba terdengar dari teras rumah warga.
“Horeee! Bupati Bone lewat!”
Dengan wajah ceria, seorang anak kecil melambaikan tangannya menyambut rombongan Bupati. Namanya Alifah. Sapaan polos itu seolah menjadi ungkapan kebahagiaan seorang anak yang begitu senang melihat pemimpinnya melintas di depan rumah.
Mendengar suara tersebut, Andi Asman langsung menghentikan langkahnya. Ia tersenyum, kemudian berbalik dan menghampiri anak yang menyapanya.
Tidak ada jarak antara Bupati dan anak kecil itu. Dengan penuh kehangatan, ia menyapa dan mengajak anak tersebut berbincang.
Namun, siapa sangka, di balik senyum dan kegembiraan anak itu tersimpan kisah kehidupan yang mengundang kesedihan.
Dari perbincangan bersama keluarga, Bupati mengetahui bahwa anak tersebut merupakan yatim piatu. Ia telah kehilangan kedua orang tuanya.
Suasana yang semula dipenuhi keceriaan mendadak berubah haru.
Bupati Bone tampak terdiam sejenak. Rasa iba dan kepeduliannya terlihat ketika ia mendekat, merangkul, serta memberikan semangat kepada anak tersebut.
Di hadapan anak itu, Andi Asman berusaha memberikan perhatian dan motivasi agar tetap kuat menjalani kehidupan. Ia berpesan supaya sang anak tidak kehilangan semangat untuk belajar, terus mengejar cita-cita, dan tidak merasa sendirian menghadapi masa depan.
Bahkan, Bupati tak kuasa menyembunyikan rasa harunya hingga matanya berkaca-kaca.
Sebagai bentuk perhatian, Andi Asman kemudian memberikan bantuan uang tunai dan satu unit sepeda baru. Hadiah tersebut diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus membantu aktivitas sehari-hari sang anak.
“Anak-anak seperti ini adalah masa depan kita. Kehadiran dan kepedulian kita sangat berarti bagi tumbuh kembang dan semangat mereka. Semoga sepeda dan bantuan ini bisa membawa kebahagiaan serta membantu aktivitas sehari-harinya,” ujar Andi Asman dengan mata berkaca-kaca.
Bagi sebagian orang, sebuah sepeda mungkin hanya benda sederhana. Namun, bagi seorang anak yang telah kehilangan kedua orang tuanya, perhatian dan pemberian itu bisa menjadi kenangan berharga bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap kehidupannya.
Momen tersebut turut mengundang keharuan warga yang menyaksikan langsung. Kebahagiaan terpancar dari wajah sang anak, sementara masyarakat sekitar ikut merasakan suasana haru atas perhatian yang diberikan Bupati.
Peristiwa itu menjadi gambaran bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan, ada nilai kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan. Seorang pemimpin bukan hanya hadir dalam agenda seremonial, tetapi juga perlu membuka mata dan hati terhadap kehidupan masyarakat yang ditemuinya.
Bagi Andi Asman, jalan pagi bukan sekadar aktivitas olahraga. Kesempatan bertemu langsung dengan warga menjadi ruang untuk mendengar, melihat, dan memahami kondisi masyarakat dari dekat.
Dari sebuah sapaan sederhana di teras rumah, terungkap kisah seorang anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Pagi itu, mungkin sang anak hanya ingin menyapa Bupatinya. Namun, sapaan kecil tersebut justru menghadirkan sebuah perjumpaan yang penuh makna.
Sebab, tidak semua anak membutuhkan sesuatu yang besar untuk merasa bahagia. Terkadang, sebuah pelukan, perhatian, dan kepedulian sudah cukup untuk membuat mereka merasa tidak sendiri.
Di Bone Barat, Minggu pagi itu, sebuah sapaan polos bukan hanya menghentikan langkah seorang Bupati. Lebih dari itu, sapaan tersebut mengingatkan bahwa di balik setiap senyum anak-anak, ada kehidupan yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan harapan.
(Ju)*











