Daerah

Yonarmed 21/Kawali Optimalkan 21 Hektare Lahan untuk Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

32
×

Yonarmed 21/Kawali Optimalkan 21 Hektare Lahan untuk Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 21/Kawali mengoptimalkan pemanfaatan lahan di lingkungan markas untuk mendukung program ketahanan pangan. Dari total luas pangkalan sekitar 34 hektare, sebanyak 21 hektare kini dimanfaatkan untuk sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Program tersebut dipimpin langsung Komandan Yonarmed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo. Optimalisasi lahan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat.

“Saat ini sudah tidak ada lahan kosong lagi di satuan. Dari kurang lebih 34 hektare lahan satuan, seluas 21 hektare murni digunakan untuk program ketahanan pangan,” ungkap Letkol Arm Rianto Hartomo.

Pengembangan ketahanan pangan tersebut mencakup sejumlah komoditas yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung ketersediaan bahan pangan dan pakan ternak. Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan kemarau panjang, pengelolaan lahan tetap berjalan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia.

Baca Juga:  Beri Dukungan Penuh, Jajaran Pemkab Bone Hadiri HIPMI X MVT Connect 2025 di Makassar

Di sektor pertanian, Yonarmed 21/Kawali mengelola lahan sawah seluas 7 hektare dengan produktivitas mencapai sekitar 4 ton gabah kering per hektare. Selain itu, terdapat perkebunan jagung pakan ternak yang membentang di atas lahan seluas 14 hektare.

Sementara itu, sektor perikanan turut dikembangkan melalui budidaya ikan lele dan nila. Kegiatan tersebut telah menghasilkan panen ribuan ekor ikan yang menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan sumber pangan berprotein bagi masyarakat.

Tidak berhenti pada pertanian dan perikanan, Yonarmed 21/Kawali juga mulai mengembangkan sektor peternakan melalui uji coba pemeliharaan belasan ekor sapi. Untuk investasi pertanian jangka panjang, satuan tersebut turut menanam sekitar 2.000 bibit pohon mangga.

Baca Juga:  Lakalantas di Jembatan Salo Anrennge Bengo, Pengedara Tak Ditemukan di TKP

Memasuki periode persiapan musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada Desember 2026, Yonarmed 21/Kawali berencana mengoptimalkan kembali siklus tanam. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Program tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar melalui pembentukan kelompok tani bersama. Kolaborasi ini membuka ruang bagi prajurit dan petani lokal untuk mengembangkan kegiatan pertanian secara bersama-sama.

Dukungan turut datang dari Pemerintah Kabupaten Bone melalui bantuan bibit gratis serta penyuluhan pertanian secara berkala. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola lahan secara produktif.

Melalui program ini, Yonarmed 21/Kawali tidak hanya memanfaatkan lahan pangkalan untuk kegiatan produktif, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bone.

Baca Juga:  Lima Tahun Land4Lives di Bone Berakhir, Wabup Apresiasi Capaian, Dorong Pengelolaan Berkelanjutan

Optimalisasi lahan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi TNI di luar tugas pertahanan, khususnya dalam mendukung sektor pertanian, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan