KABARTA.ID,BONE— Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bone menangani dua kejadian kebakaran di lokasi berbeda pada Jumat (9/10/2026). Menyikapi peristiwa tersebut, Kepala Disdamkarmat Bone, Dra. Hj. A. Yuliati, M.H., mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.
Dua kebakaran itu masing-masing terjadi di Dusun Matekko, Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, serta Kompleks BTN Palanga Mas, Jalan Sungai Musi, Kelurahan Ta, Kecamatan Tanete Riattang.
Kepala Disdamkarmat Bone turut memimpin penanganan di lapangan bersama personel pemadam kebakaran. Langkah cepat dilakukan untuk menjinakkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke bangunan dan lingkungan di sekitarnya.
Kebakaran pertama melanda sebuah rumah panggung yang difungsikan sebagai rumah kebun di Dusun Matekko, Desa Paccing, tepatnya di belakang SMA 16 Paccing.
Setelah menerima laporan masyarakat, personel Regu 3 UPT Damkar Wilayah Tanete Riattang langsung menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil penyiram dari Emergency Centre.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan Satgas Damkar dan warga setempat untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan, meski satu unit rumah kebun hangus terbakar.
Kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam peristiwa itu.
Kebakaran kedua terjadi di Kompleks BTN Palanga Mas, Jalan Sungai Musi, Kelurahan Ta, Kecamatan Tanete Riattang. Personel Regu 3 kembali diterjunkan dengan satu unit mobil penyiram dari Markas Komando (Mako) Damkar.
Bersama warga, petugas berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke area permukiman. Setelah penanganan dilakukan, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali.
Berdasarkan laporan petugas, kedua kejadian tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan. Meski demikian, penyebab pasti masing-masing kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sampaikan Belasungkawa atas Korban Kebakaran di Uloe
Di tengah penanganan dua kejadian tersebut, Yuliati juga menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran yang terjadi di Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.
Kebakaran di wilayah tersebut menelan korban jiwa, yakni seorang perempuan bernama Asrida, 29 tahun. Peristiwa itu menambah keprihatinan atas risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Yuliati menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Warga Diminta Tidak Membakar Lahan Sembarangan
Selain menyampaikan belasungkawa, Yuliati mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan dapat menimbulkan risiko serius, terutama ketika api tidak terkendali dan merambat ke rumah maupun bangunan lain di sekitarnya.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat cuaca panas dan kondisi lingkungan kering. Setiap aktivitas yang melibatkan api harus diawasi dan dipastikan tidak meninggalkan bara yang berpotensi menyulut kebakaran.
Disdamkarmat Bone mengajak warga segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya kejadian kebakaran.
Yuliati berharap kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan semakin meningkat sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan. Ia menegaskan bahwa upaya mencegah kebakaran membutuhkan kepedulian bersama demi melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan lingkungan.
Melalui kesiapsiagaan petugas serta partisipasi masyarakat, Disdamkarmat Bone terus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman dari ancaman kebakaran.
(Ju)*











