Peristiwa

Peduli Korban Kebakaran 2 Rumah di Samaenre, Pemerintah Kecamatan Bengo Langsung Tindak Lanjuti

45
×

Peduli Korban Kebakaran 2 Rumah di Samaenre, Pemerintah Kecamatan Bengo Langsung Tindak Lanjuti

Sebarkan artikel ini

Kebakaran hebat kembali terjadi di Kecamatan Bengo tepatnya di Dusun Amanrang, Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulsel, Selasa (6/10/2026). Akibatnya rumah milik Abdul Hafil (65) dan Fatahuddin (50) ludes dilalap si jago merah. 

Camat Bengo, As’yari Pratama Hadipaty membenarkan adanya peristiwa kebakaran di wilayah pemerintahannya tersebut. AP Hadipaty menyebut kebakaran melanda dua unit rumah semi permanen di Dusun Amanrang Desa Samaenre. 

Api berhasil dipadamkan oleh Personil Peleton 3 UPT Damkar Wilayah lappariaja (Posko sektor Lapri) dengan satu unit mobil pemadam kebakaran dibantu dua unit Armada Armed 21 Kawali Lappacenrana dan warga setempat. 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian materil akibat kebakaran dua unit rumah semi permanen ini ditaksir mencapai Rp250 juta. 

Baca Juga:  Kebakaran di Cenrana, Tiga Rumah Ludes

Pemerintah Kecamatan Bengo langsung menindaklanjuti musibah kebakaran yang melanda dua rumah di Desa Samaenre tersebut dengan mengkoordinasikan kepada pihak terkait. 

“InsyaAllah, kami juga langsung tindak lanjut ke Dinsos, Basnas dan OPD yang menangani terkait kebencanaan dan sosial hari ini juga, ” ungkap Camat Bengo, AP Hadipaty, Selasa (6/10/2026).

Pemerintah Kecamatan juga siap menjemput dan mengantarkan langsung bantuan yang ditunjukan untuk para korban kebakaran tersebut. Tenaga dan sumbangsi oprasional, materi dan non materi siap untuk abdikan ke masyarakat terdampak. 

Kepedulian dan kesiapan tersebut seperti yang telah ditunjukkan juga oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bengo, Hj Herawati Hasan yang terlibat langsung memberikan bantuan ke korban kebakaran di Desa Selli beberapa pekan lalu. 

Baca Juga:  Raih 495 Suara, Raja Gau Pimpin Mattaropuli

Pemerintah dan PKK Kecamatan Bengo akan terus
berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam keadaan bahagia, tetapi juga saat duka dan cobaan datang. Kebersamaan,
kepedulian, dan semangat gotong royong menjadi penguat bagi sesama yang tertimpa musibah untuk bangkit kembali.

“Mari kita sisihkan doa dan jika mampu, ulurkan tangan untuk membantu meringankan beban
mereka. Karena sejatinya, kekuatan sebuah
masyarakat terletak pada kepeduliannya terhadap sesama, “ungkapnya.

“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua dari segala musibah, Aamiin, “tutupnya.

Tinggalkan Balasan