Pangkep

Didampingi Bupati MYL, Dirjen Kemendagri Kunjungi Rumah Duka Tiga Anggota Damkar Pangkep

36
×

Didampingi Bupati MYL, Dirjen Kemendagri Kunjungi Rumah Duka Tiga Anggota Damkar Pangkep

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, PANGKEP— Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal mengunjungi rumah duka tiga anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas.

Kunjungan tersebut didampingi Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau. Safrizal hadir untuk menyampaikan langsung pesan duka dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada keluarga korban dan jajaran Damkar Pangkep, Kamis (1/10/2026).

“Beliau Menteri Dalam Negeri Bapak Tito Karnavian tidak sempat hadir di Pangkep karena ada agenda kenegaraan. Beliau meminta saya untuk mengunjungi keluarga dan para anggota Damkar di Pangkep, Sulawesi Selatan,” kata Safrizal, Kamis (1/10/2026).

Safrizal mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan keluarga besar Kemendagri atas musibah yang menimpa para petugas Damkar.

Baca Juga:  Dirut PT Semen Tonasa Lepas 11 Jemaah Calon Haji Keluarga Besar Perusahaan

Selain tiga anggota yang meninggal dunia, terdapat empat petugas lainnya yang masih menjalani perawatan. Satu orang dirawat di Rumah Sakit Pangkep, sementara tiga lainnya menjalani perawatan di rumah sakit di Makassar.

“Ini merupakan bentuk duka dan keprihatinan keluarga besar Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.

Menurut Safrizal, kecelakaan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan tugas pemadam kebakaran, khususnya terkait keselamatan petugas saat menuju lokasi kejadian.

“Anggota Damkar dalam menjalankan tugas sangat mengutamakan keselamatan petugas, namun beberapa peristiwa tidak dapat kami hindarkan, seperti yang terjadi di Pangkep,” katanya.

Safrizal menyebut, berdasarkan hasil penelusuran awal, kecelakaan tersebut terjadi ketika armada Damkar tengah menjalankan tugas dan menghadapi hambatan dari pengguna jalan lain.

Baca Juga:  Pangkep Terapkan Pertanian Modern PM-AAS, Target Produksi Padi Naik 9 Ton per Hektare

Ia menegaskan, kendaraan pemadam kebakaran yang sedang menjalankan tugas harus mendapatkan ruang untuk melintas agar dapat segera tiba di lokasi kebakaran.

“Dalam SOP mestinya itu memberikan jalan peluang kepada armada Damkar dalam menjalankan tugas. Tentu kami akan terus memperbaiki SOP dan menyosialisasikan kepada pengguna jalan agar memberikan jalan bagi armada Damkar yang ingin menjalankan tugas,” jelasnya.

Safrizal menambahkan, kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran. Petugas Damkar dituntut tiba di lokasi dalam waktu sesingkat mungkin.

“Karena petugas Damkar ini diberikan waktu limit, 15 menit atau secepatnya untuk tiba di lokasi,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Safrizal juga menyerahkan bantuan dari Menteri Dalam Negeri kepada ahli waris tiga anggota Damkar yang meninggal dunia. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan beasiswa pendidikan bagi anak para korban.

Baca Juga:  PT Semen Tonasa Borong Penghargaan Top CSR Award dan CSR Leader 2026

Safrizal hadir bersama Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Edy Suharmoto, Kasatpol PP dan Damkar Provinsi Sulawesi Selatan A. Arwin Aziz, serta Kepala Dinas Damkar Kota Makassar Fadli Wellang.

Sementara itu, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau juga menyempatkan diri menjenguk anggota Damkar Pangkep yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Wahidin Makassar.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada keluarga korban sekaligus perhatian terhadap keselamatan petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

(MUN)*

Tinggalkan Balasan