Daerah

Apkasi-YPAN Audiensi ke Pemkab Bone, Tawarkan Beasiswa hingga Revitalisasi Puskesmas

21
×

Apkasi-YPAN Audiensi ke Pemkab Bone, Tawarkan Beasiswa hingga Revitalisasi Puskesmas

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,BONE— Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Bone untuk membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan ketenagakerjaan.

Audiensi tersebut diterima Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., di Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Watampone, Senin (14/9/2026) malam.

Turut hadir Pj. Sekda Bone Andi Tenriawaru, SP., M.Si., bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bone.

Dari pihak Apkasi diwakili Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia(Perpukadesi) Dr. Amran Mahmud, yang juga mantan Bupati Wajo. Sementara YPAN diwakili Lilik Faridah, S.Si.

Dr. Amran Mahmud menyebutkan Apkasi dan YPAN telah menandatangani dua perjanjian kerja sama.

” Yakni terkait fasilitasi peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia pemerintah kabupaten seluruh Indonesia serta pelaksanaan Program Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D),” kata Dr. Amran.

Dalam pertemuan tersebut, YPAN yang diwakili Lilik menawarkan sejumlah program yang dinilai dapat mendukung peningkatan kualitas SDM dan pelayanan dasar di Kabupaten Bone.

Baca Juga:  Pastikan Pilkades Aman, Brimob Bone Lakukan Ini

“Ada tiga peluang kerja sama utama yang ditawarkan, yakni program revitalisasi untuk 2027, upskilling calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) bagi 50 kabupaten melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), serta revitalisasi puskesmas,” kata Lilik.

Untuk program revitalisasi 2027, daerah diminta segera menyiapkan data dan memasukkannya paling lambat November 2026.

YPAN juga menyampaikan rencana kuota sekitar 2.000 peserta pada 2027. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas SDM di daerah.

Di bidang pendidikan, YPAN menyebut Program Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D) telah diikuti sekitar 2.030 putra-putri daerah. Program tersebut mencakup pendidikan di dalam dan luar negeri serta bekerja sama dengan sekitar 20 perguruan tinggi.

Untuk pendidikan luar negeri, salah satu negara tujuan yang disebutkan adalah Tiongkok dengan skema beasiswa penuh.

Baca Juga:  Gubernur dan Wagub Sulsel Guyub Bersama Pecinta Vespa, Tanam Pohon T Sepanjang CPI

Program beasiswa tersebut diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

Sementara di sektor ketenagakerjaan, Apkasi dan YPAN mendorong peningkatan kapasitas calon PMI serta perluasan akses kerja ke luar negeri.

Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. Menurutnya, Bone memiliki kebutuhan yang cukup besar pada sejumlah sektor yang ditawarkan.

“Kami di sini hadir semua kepala OPD yang dimintai untuk audiensi. Alhamdulillah, Bone menjadi salah satu lokasi yang menjadi rencana kerja sama,” ujar Andi Akmal.

Ia mengatakan, tawaran kerja sama tersebut mencakup sektor kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

“Kami sangat terbuka dengan semua program kerja sama yang ditawarkan. Kita memang masih banyak sekolah maupun puskesmas yang membutuhkan revitalisasi,” katanya.

Andi Akmal juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone telah mulai menjalin kerja sama terkait pengiriman SDM untuk bekerja di luar negeri melalui perguruan tinggi.

Baca Juga:  Dukung Penuh, Jubir Fraksi Golkar AMR: Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan Sangat Penting bagi Bone

“Kita punya harapan. Di Bone kita sudah mulai kerja sama yang dikirim ke luar negeri, tetapi kemarin kita melalui kampus UNIM,” ujarnya.

Menurutnya, peluang kerja sama dengan Apkasi dan YPAN perlu ditindaklanjuti agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bone, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan penciptaan peluang kerja.

Selama 13 tahun, YPAN disebut telah memfasilitasi pengembangan kompetensi 251.497 pendidik dan tenaga profesional di berbagai wilayah Indonesia. Sementara Program BIE-D yang dikembangkan bersama Apkasi sejak 2022 telah memfasilitasi 2.110 putra-putri terbaik daerah melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi Pemkab Bone, Apkasi, dan YPAN dalam membangun kolaborasi strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, kualitas SDM, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Bone.

(Ju)*

Tinggalkan Balasan