KABARTA.ID, BONE— Prajurit Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 21/Kawali bergerak cepat membantu memadamkan kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah warga di Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Senin (14/9/2026).
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita di rumah milik warga bernama Rawan. Setelah menerima laporan, Komandan Yonarmed 21/Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., M.I.P., langsung mengerahkan 20 personel untuk membantu proses pemadaman.

Selain personel, Yonarmed 21/Kawali juga mengerahkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran dan satu unit ambulans ke lokasi kejadian.
“Setelah menerima laporan mengenai terjadinya kebakaran, kami segera mengambil langkah dengan mengerahkan 20 personel, dua unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit ambulans menuju lokasi kejadian,” kata Letkol Arm Rianto Hartomo.
Personel Yonarmed 21/Kawali tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 Wita dan langsung melakukan upaya pemadaman. Mereka berkoordinasi dengan delapan personel Damkar Lapri serta masyarakat setempat untuk mengendalikan kobaran api.
Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 11.25 Wita. Api berhasil dipadamkan dan selanjutnya personel melakukan proses pendinginan serta pengecekan personel dan materiel.
“Pengerahan personel dan sarana tersebut merupakan langkah cepat untuk mengendalikan dan memadamkan api, mencegah agar kebakaran tidak meluas, serta memberikan pertolongan pertama apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan medis,” jelasnya.
Rianto mengatakan, dalam proses pemadaman, pihaknya menekankan kepada seluruh personel agar mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan, baik bagi masyarakat maupun prajurit yang bertugas.
“Kami menekankan kepada seluruh personel agar mengutamakan faktor keamanan, keselamatan jiwa, baik masyarakat maupun personel yang melaksanakan pemadaman, serta tetap berkoordinasi dengan unsur terkait di lokasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus memantau situasi hingga api benar-benar dapat dikendalikan dan kondisi dinyatakan aman.
Menurut keterangan pemilik rumah, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiel diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
“Yang terpenting dalam kejadian ini adalah respons cepat, koordinasi yang baik, dan memastikan kebakaran tidak menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar,” pungkas Rianto.
Proses pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 11.40 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.(Ju)*











