Daerah

BupAAS Kunjungi Peternakan Terintegrasi di Bali, Perkuat Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone

192
×

BupAAS Kunjungi Peternakan Terintegrasi di Bali, Perkuat Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BALI— Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, M.M., (BupAAS) melakukan kunjungan kerja ke Bali, Jumat (21/8/2026), untuk melihat langsung pengelolaan peternakan terintegrasi sekaligus memperkuat koordinasi pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Kabupaten Bone.

Setibanya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bupati Bone disambut Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D., Hasbi mewakili PT Berdikari, serta rombongan.

Dari bandara, rombongan melanjutkan perjalanan ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Denpasar di Pulukan. Di lokasi tersebut, Andi Asman meninjau padang penggembalaan dan mengikuti diskusi mengenai pengelolaan serta pengembangan sektor peternakan.

Agenda dilanjutkan dengan pembahasan BPTU HPT Pulukan dan sosialisasi program HAT bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian serta PT Berdikari.

Baca Juga:  Reses Di Luwu Utra, Anggota DPR RI Muh. Fauzi : Pemulihan Pasca Banjir Bandang Paling Mendesak

Andi Asman mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik pengelolaan peternakan yang telah berjalan di Bali dan menyesuaikannya dengan potensi Bone.

“Kita ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan peternak,” kata Andi Asman.

Menurutnya, pengembangan peternakan membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan kelompok peternak.

“Kunjungan ke Bali ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan melihat praktik yang sudah berjalan. Apa yang baik akan kita pelajari dan kita sesuaikan dengan potensi serta kebutuhan Kabupaten Bone,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi bersama pemerintah pusat, Ditjen PKH, PT Berdikari, dan kelompok ternak dapat mempercepat pengembangan sektor peternakan di Bone.

Baca Juga:  Tradisi Mappaddengeng akan Digelar di Alinge Bone, Sasar Sarang Babi di Bulu Conrongi

“Yang paling penting, peternak harus mendapatkan manfaat, produksi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” jelasnya.

Andi Asman menegaskan Bone memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong program yang mampu meningkatkan produksi, nilai tambah, dan keberlanjutan sektor tersebut.

“Bone memiliki potensi besar di sektor peternakan. Karena itu, kita akan terus mendorong program yang mampu memperkuat produksi, meningkatkan nilai tambah dan menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Diketahui, Kabupaten Bone mendapat Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi dari Pemerintah Pusat yang ditempatkan di Kecamatan Ponre. Program tersebut diharapkan memperkuat sektor perunggasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Kunjungan kerja ke Bali berlangsung 21–23 Agustus 2026. Selain peninjauan BPTU HPT Pulukan, rombongan dijadwalkan mengunjungi kelompok ternak di Kabupaten Bangli serta mengikuti forum konsolidasi dan sosialisasi HAT bersama pemerintah pusat, PT Berdikari, dan kelompok peternak.

Baca Juga:  Workshop Audit Investigasi, Wabub Suaib Mansur Harap Inspektorat Lahirkan SDM Profesional

Rangkaian kunjungan tersebut diharapkan menghasilkan pengalaman, masukan, dan peluang kolaborasi yang dapat diterapkan untuk mempercepat pengembangan peternakan terintegrasi di Kabupaten Bone. (Ju)*

Tinggalkan Balasan