Daerah

Ternyata! TWA Cani Sirenreng Bone Masuk Cagar Biosfer yang Ditetapkan UNESCO, Namanya Bulusaraung Marumpane

86
×

Ternyata! TWA Cani Sirenreng Bone Masuk Cagar Biosfer yang Ditetapkan UNESCO, Namanya Bulusaraung Marumpane

Sebarkan artikel ini

Taman Wisata Alam (TWA) Cani Sirenreng Desa Cani Sirenreng Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone Sulawesi Selatan masuk dalam Cagar Biosfer yang ditetapkan oleh UNESCO. Cagar Biosfer ini memiliki nama Bulusaraung Marumpane.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Konservasi Balai Besar KSDA Wilayah III Soppeng, Raduan saat jadi narasumber dalam Sosialisasi Penyadartahuan Kerusakan Hutan di Balai Desa Cani Sirenreng, Bone, Senin (18/05/2026).

“Ini juga yang perlu saya sampaikan Pak, TWA Cani Sirenreng ini ternyata masuk Cagar biosfer dan dia sama dengan Cagar Biofer lain di Indonesia, seperti Taman Nasional Taka Bonerate, “ungkap Raduan, Senin (18/05/2026).

“Namanya (TWA Cani Sirenreng ini) Cagar Biosfer Bulusaraung Marumpane , ” tambah Raduan

Baca Juga:  Wabup Bone Tinjau Bandara Arung Palakka, Bahas Percepatan Pengembangan Runway

Menurut Raduan, masuknya TWA Cani Sirenreng sebagai Cagar Biosfer Bulusaraung Marumpane dapat menjadi pintu masuk untuk melestarikan kawasan yang kurang lebih 3800 hektar tersebut.

“Kita juga akan bertemu dan menyampaikan ke Pak Bupati Bone Andi Asman Sulaiman terkait hal ini, “pungkasnya

Dalam materi yang ditampilkan menyebutkan,
Kabupaten Bone bersama Kabupaten Maros, Pangkajene dan Kepulauan serta Barru menjadi bagian dari Cagar Biosfer Bantimurung Bulusaraung Marumpane.

Pengembangan Cagar Biosfer, sarana pembangunan berkelanjutan dengan menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ekologi yang didukung oleh pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Cagar Biosfer juga menjadi sarana dalam penguatan komunikasi, kolaborasi dan jejaring antar pihak dan kerja sama dalam skala regional.

Baca Juga:  Bupati Bone Tinjau Proyek IPLT Passippo, Pastikan Mutu dan Ketepatan Waktu

Cagar Biosfer merupakan kawasan yang ditetapkan oleh UNESCO melalui program Man and the Biosphere (MAB) sebagai contoh penerapan konservasi keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Cagar ini mengintegrasikan
pelestarian alam, pembangunan ekonomi, dan dukungan terhadap budaya lokal. *

Tinggalkan Balasan