KABARTA.ID, BANDUNG BARAT— Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengintensifkan upaya peningkatan produksi daging nasional melalui pengembangan sapi unggul berbasis teknologi genetika.
Salah satu program yang menjadi andalan adalah pengembangan sapi Belgian Blue yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir.
Program tersebut menjadi sorotan dalam kunjungan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).
Dalam kunjungan itu, Mentan Amran meninjau langsung perkembangan program sapi Belgian Blue yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak produktivitas peternakan nasional.
Menurutnya, penerapan inovasi genetika menjadi strategi efektif untuk meningkatkan produksi daging tanpa perlu melakukan ekspansi lahan secara besar-besaran.
“Sapi Belgian Blue ini memiliki potensi luar biasa, bobotnya bisa mencapai hingga 2 ton,” ujar Andi Amran.
Bagi para peternak, kehadiran sapi Belgian Blue membuka peluang peningkatan usaha yang signifikan.
Ternak jenis ini dikenal memiliki pertumbuhan lebih cepat dan bobot panen yang jauh lebih tinggi dibandingkan sapi konvensional, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan serta efisiensi produksi.
Pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia sendiri telah dimulai sejak 2017 melalui tahap uji coba, kemudian dipercepat pada 2018 atas inisiatif Mentan Amran. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memanfaatkan teknologi genetika guna memenuhi kebutuhan protein hewani dalam negeri yang terus meningkat.
Selain memiliki ukuran tubuh yang besar, sapi Belgian Blue juga dikenal dengan karakteristik otot ganda (double muscle), yang membuatnya unggul dari sisi produksi daging. Nilai ekonominya pun lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ternak lainnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menjawab tantangan ketersediaan daging nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis inovasi dan teknologi.
(Ju)*











