Headlines

Melayani Area Persawahan Seluas 21.000 Ha. Bendung Baliase Siap Diresmikan Tahun Ini

234
×

Melayani Area Persawahan Seluas 21.000 Ha. Bendung Baliase Siap Diresmikan Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID Luwu Utara – Bendung Baliase Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan sudah siap diresmikan dan beroperasi tahun ini. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia menuliskan kabar baik ini melalui akun fanpage facebook resminya, Minggu (17/1/2021).

Kabar ini sekaligus menjadi kado awal tahun bagi masyarakat Luwu Utara, khususnya para petani sawah. Bendung ini membentang di lima kecamatan, yaitu Masamba, Mappadeceng, Sukamaju, Baebunta, dan Malangke. Sumber airnya berasal dari sungai Baliase dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) sepanjang 946.20 km².

“Bila sebelumnya hanya bisa panen sekali setahun, para petani di Luwu Utara, Sulsel, akan dapat panen 2 – 4 kali setahun setelah Bendung Baliase beroperasi,” begitu Kementerian PUPR menulisnya di akun fanpage facebook-nya. Kemudian menuliskan, “Bendung ini melayani area persawahan seluas lebih dari 21.000 ha dan akan meningkatkan intensitas tanam dari 100% menjadi 245%, dengan komposisi padi-palawija.

Baca Juga:  Massa Aksi Penolakan Kenaikan Harga BBM di DPRD Bone Ricuh

Terpisah, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, melalui akun fanpage facebook resminya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian PUPR atas perhatian yang begitu besar kepada Luwu Utara, dengan menempatkan satu Proyek Strategis Nasional di Luwu Utara berupa pembangunan Bendung dan jaringan Daerah Irigasi (DI) Baliase yang tercantum pada Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018.

Kemudian Bupati perempuan pertama di Sulsel ini menceritakan kembali bagaimana dirinya memiliki kesan yang mendalam terhadap bendung Baliase ini. “Terkait bendung baliase, saya punya kesan mendalam dan punya cerita yang tentu saja tidak bisa saya lupakan,” tulis Bupati Indah Putri Indriani yang akrab disapa IDP. Ia melanjutkan bahwa cerita tersebut tentang percakapan dirinya dengan seorang bapak di tepi sungai Baliase.

Baca Juga:  Disemangati Langsung Presiden Jokowi, Andi Asman Sulaiman : Petani  Bone Bangga dan Bahagia

“Ketika itu, saya datang untuk meninjau kelanjutan pembangunannya, tapi bapak tersebut sudah meragukan adanya pembangunan Bendung Baliase,” tulis Indah bercerita. Mengapa bapak tersebut ragu? Indah menuliskan bahwa alasan bapak tersebut sangat sederhana, yaitu bendung Baliase yang sudah direncanakan sejak 1977, dan sampai puluhan tahun dirinya terus menunggu dan tidak terwujud.

“Alhamdulillah, atas dukungan kita semua, kolaborasi dengan Kementerian PUPR, Bendung Baliase sudah bisa diwujudkan,” tutup Bupati yang kembali terpilih di Pilkada 2020. Sekadar diketahui, total anggaran bendung Baliase ini Rp 1,03 triliun. Bendung ini termasuk yang paling unik di Indonesia, karena terletak di dalam kota Masamba. Bahkan bendung ini menjadi bendung pertama berkonsep tujuan wisata di Indonesia. (*/As)

Baca Juga:  Jelang Musda, Pengurus Dan Pincam Partai Golkar Lutra Dipecat Karena Tidak Dukung Plt Ketua Arifin Junaedi