Headlines

Wabup Bone AAP dan Kepala BKPSDM Paparkan Manajemen Talenta ASN, 14.785 Pegawai Dipetakan

22
×

Wabup Bone AAP dan Kepala BKPSDM Paparkan Manajemen Talenta ASN, 14.785 Pegawai Dipetakan

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID,MAKASSAR–– Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri Expose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026 di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Sungai Tangka No. 31, Makassar, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) di Sulawesi Selatan sekaligus memperkuat sistem merit dalam pengelolaan sumber daya aparatur.

Manajemen talenta diarahkan untuk memastikan pengembangan karier dan penempatan ASN dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi.

Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin hadir didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, sekretaris daerah, kepala BKD/BKPSDM, kepala OPD, dan jajaran terkait.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, Nanang Subandi, S.Kom., MMSI., menyampaikan bahwa ekspos pembangunan manajemen talenta tahap pertama telah dilaksanakan pada 7–9 Mei 2026 oleh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.

Sementara tahap kedua dilaksanakan pada 25–26 Agustus 2026 dengan diikuti 11 pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Jeneponto, dan Kabupaten Soppeng.

Dengan terlaksananya ekspos tahap kedua tersebut, seluruh 25 instansi pemerintah daerah di Sulawesi Selatan telah melaksanakan ekspos pembangunan manajemen talenta.

Baca Juga:  Gotong Royong TNI dan Warga, TMMD Ke-129 Kodim 1407/Bone Wujudkan Harapan Pembangunan Jembatan Gantung

Nanang menyebut capaian tersebut menjadikan Sulawesi Selatan sebagai provinsi pertama di wilayah kerja Kantor Regional IV BKN Makassar dan di luar Jawa yang seluruh kabupaten/kotanya telah melaksanakan ekspos pembangunan manajemen talenta.

“Capaian ini bukan sekadar capaian kuantitatif, tetapi merupakan indikator bahwa komitmen pembangunan manajemen talenta yang telah dibangun bersama mulai bergerak menjadi implementasi nyata di daerah,” ujar Nanang.

Ia menambahkan, hingga saat ini terdapat 11 instansi pemerintah daerah di wilayah kerja Kantor Regional IV BKN Makassar yang telah menggunakan manajemen talenta dalam proses pengisian jabatan.

Menurut Nanang, penerapan manajemen talenta diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif maupun kegiatan ekspos. Sistem tersebut harus menjadi instrumen dalam pengambilan keputusan manajemen ASN.

Dengan demikian, proses pengisian jabatan dapat dilakukan secara lebih objektif dan berbasis data, kinerja, kualifikasi, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya agar seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan menerapkan manajemen talenta secara menyeluruh.

Ia bahkan menyebut Sulawesi Selatan berpeluang menjadi percontohan penerapan manajemen talenta di tingkat nasional.

Menurut Andi Sudirman, manajemen talenta memberikan ruang bagi kepala daerah untuk menempatkan aparatur yang tepat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.

“Manajemen talenta memberikan ruang bagi kita untuk menempatkan orang yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kompetensinya,” ujarnya.

Ia juga menilai sistem tersebut dapat menjadi solusi dalam membangun karier ASN secara berkelanjutan, termasuk memberikan kesempatan kepada pejabat yang memiliki kompetensi untuk mengembangkan karier melalui jabatan fungsional.

Baca Juga:  Lakalantas di Sappewalie, Pengendara dari Timusu Meninggal di TKP

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa manajemen talenta merupakan bagian dari transformasi sistem merit untuk menempatkan ASN terbaik pada jabatan yang paling sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Zudan mengatakan, penerapan manajemen talenta menjadi salah satu pendekatan baru dalam pengelolaan ASN. Pemerintah daerah dapat mengidentifikasi aparatur berdasarkan keahlian spesifik yang dibutuhkan untuk mendukung visi dan misi pembangunan daerah.

“Manajemen talenta adalah untuk mewujudkan visi dan misi Bapak dan Ibu semuanya. Cari orang yang paling tepat untuk mewujudkan ini,” ujarnya.

Menurut Zudan, manajemen talenta juga memungkinkan adanya mobilitas talenta. Pemerintah daerah dapat mengidentifikasi ASN dengan keahlian tertentu melalui basis data kepegawaian untuk kemudian ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi.

Ia menekankan bahwa tantangan pemerintahan saat ini tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan masa lalu. Karena itu, diperlukan sistem pengelolaan ASN yang adaptif, berbasis data, cepat, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.

Kehadiran Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperkuat manajemen talenta ASN sebagai instrumen membangun birokrasi yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Andi Akmal menilai pengelolaan talenta ASN merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap aparatur dapat dikembangkan sesuai kompetensi dan potensinya.

Penempatan ASN yang tepat, kata dia, akan berdampak terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga:  Viral, Yayasan Haji Ahmad Surur Bangun Jalan Beton Rp1 Miliar di Pompanua, Santri Tahfidz Diggratiskan

“Manajemen talenta menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional. Kita ingin setiap ASN dapat dikembangkan sesuai kompetensi dan potensinya, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintahan dan masyarakat,” ujar Andi Akmal.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Bone agar penerapan manajemen talenta berjalan konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi organisasi pemerintahan.

Menurutnya, sistem merit harus terus diperkuat agar pengembangan karier dan penempatan ASN dilakukan secara objektif dan transparan dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, potensi, dan integritas.

“Yang kita harapkan adalah lahirnya aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. ASN harus terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam yang turut mendampingi Wakil Bupati memperkuat koordinasi teknis Pemerintah Kabupaten Bone terkait penerapan manajemen talenta di daerah.

Koordinasi tersebut mencakup pemetaan kompetensi, pengembangan karier, hingga pengelolaan sumber daya aparatur berbasis sistem merit.

Melalui Expose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola ASN berbasis sistem merit.

Penerapan manajemen talenta diharapkan mampu melahirkan ASN yang tepat kompetensi, tepat penempatan, dan tepat pengembangan sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pelayanan publik serta pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Bone. (Ju)*

Tinggalkan Balasan