Daerah

Kapal Feri Terbesar di Indonesia Timur Bakal Beroperasi di Pelabuhan Bajoe, BupAAS dan DPRD Bone Sambut Positif

165
×

Kapal Feri Terbesar di Indonesia Timur Bakal Beroperasi di Pelabuhan Bajoe, BupAAS dan DPRD Bone Sambut Positif

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE— Rencana pengoperasian kapal feri berukuran besar milik PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Bajoe mendapat sambutan positif dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.,(BupAAS) bersama DPRD Bone.

Hal itu dibahas dalam audiensi jajaran ASDP bersama pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Bone di Rumah Jabatan Bupati Bone, Rabu (19/8/2026).

General Manager ASDP Bajoe Anom Sedayu Panatagama mengatakan, penambahan armada ditujukan untuk mengatasi antrean kendaraan sekaligus memperlancar distribusi logistik pada lintasan Bajoe-Kolaka.

“Memperlancar logistik. Selama ini di pelabuhan sering ada penumpukan, kekurangan armada. Tujuannya supaya logistik yang selama ini terhambat bisa semakin lebih lancar,” ujar Anom.

Kapal yang direncanakan beroperasi memiliki panjang sekitar 96 meter, lebar 16 meter, dan terdiri atas dua lantai. Armada tersebut diharapkan menambah kapasitas angkut secara signifikan.

Baca Juga:  Pengungkapan Kasus Narkoba Awal Tahun 2026, Ini Deretan Nama yang Diamankan Polres Bone

Saat ini terdapat sembilan kapal yang tercatat melayani Pelabuhan Bajoe, namun hanya sekitar lima yang dapat beroperasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan ASDP menyiapkan armada tambahan.

Ketua Komisi III DPRD Bone Indra Jaya mengatakan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut perhatian Bupati Bone setelah melihat langsung antrean kendaraan di Pelabuhan Bajoe.

“Pak Bupati melihat lagi penumpukan kendaraan. Sehingga beliau menginstruksikan kepada GM ASDP untuk penambahan armada di Pelabuhan Bajoe,” kata Indra.

Indra berharap kapal tambahan tersebut dapat direalisasikan pada awal September 2026.

Bupati Bone juga mendorong agar proses penambahan armada terus ditindaklanjuti hingga kementerian terkait. Kehadiran kapal tersebut diharapkan mampu menekan antrean, memperpendek waktu tunggu, serta memperlancar arus barang dan kendaraan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Kapal Feri Terbesar di Indonesia Timur Bakal Beroperasi di Pelabuhan Bajoe

Baca Juga:  Anggota DPR RI A Akmal Pasluddin : Pengembangan Sawit Perlu Penguatan SDM

BONE — Rencana pengoperasian kapal feri berukuran besar milik PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Bajoe mendapat sambutan positif dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama DPRD Bone.

Hal itu dibahas dalam audiensi jajaran ASDP bersama pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Bone di Rumah Jabatan Bupati Bone, Rabu (19/8/2026).

General Manager ASDP Bajoe Anom Sedayu Panatagama mengatakan, penambahan armada ditujukan untuk mengatasi antrean kendaraan sekaligus memperlancar distribusi logistik pada lintasan Bajoe–Kolaka.

“Memperlancar logistik. Selama ini di pelabuhan sering ada penumpukan, kekurangan armada. Tujuannya supaya logistik yang selama ini terhambat bisa semakin lebih lancar,” ujar Anom.

Kapal yang direncanakan beroperasi memiliki panjang sekitar 96 meter, lebar 16 meter, dan terdiri atas dua lantai. Armada tersebut diharapkan menambah kapasitas angkut secara signifikan.

Baca Juga:  Bupati Bone Kunjungi Perbatasan Indonesia - Malaysia di Pulau Sebatik

Saat ini terdapat sembilan kapal yang tercatat melayani Pelabuhan Bajoe, namun hanya sekitar lima yang dapat beroperasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan ASDP menyiapkan armada tambahan.

Ketua Komisi III DPRD Bone Indra Jaya mengatakan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut perhatian Bupati Bone setelah melihat langsung antrean kendaraan di Pelabuhan Bajoe.

“Pak Bupati melihat lagi penumpukan kendaraan. Sehingga beliau menginstruksikan kepada GM ASDP untuk penambahan armada di Pelabuhan Bajoe,” kata Indra.

Indra berharap kapal tambahan tersebut dapat direalisasikan pada awal September 2026.

Bupati Bone juga mendorong agar proses penambahan armada terus ditindaklanjuti hingga kementerian terkait. Kehadiran kapal tersebut diharapkan mampu menekan antrean, memperpendek waktu tunggu, serta memperlancar arus barang dan kendaraan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

(Ju*)

Tinggalkan Balasan