Cerita mistik mewarnai seringnya terjadi laka truk mundur hingga terjungkal di bypass Sumpallabbu (Jelloe) Desa Timusu-Tea Musu Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone Sulsel. Hal ini disampaikan dalam obrolan santai pengguna jalan yang terjebak macet saat truk mundur melintang di jalan bypass tersebut, Ahad (31/05/2026).
“Bilang teman, memang kalau lewat di situ harus hati-hati dan banyak mengingat (Allaah, memohon perlindunganNya), karena ada penghuninya yang kita tak lihat secara kasat mata, bisa saja gagal nanjak ditarik sama penghuninya,”ungkap salah satu pengguna jalan yang tak menyebut identitasnya itu, Ahad (31/05/2026).
Ia mengaku tak paham betul soal mistik, hanya saja cerita itu disampaikan temannya yang sepengetahuannya memiliki kemampuan tembus padang. Ia mendengar cerita sebagai pengingat akan pentingnya selalu mengingat Allaah dan bermohon perlindungan dari hal yang kita tidak lihat dan tidak ketahui.
Sementara itu pengguna jalan lainnya Sadi menduga seringnya laka truk mundur hingga terjungkal di Bypass Sumpallabbu dominan karena faktor kendaraan, beratnya muatan dengan lintasan tanjakan yang ekstrem. Selain itu, faktor ketidaktahuan pengguna jalan terhadap kondisi jalan lantaran tak ada rambu di jalan bypass tersebut.
“Kita tak menampik adanya makhluk lain di sekitar kehidupan kita, hanya saja soal demikian Allah lebih tahu dan kita berlindung kepada-Nya. Kita juga tak bisa abaikan akal logika dalam hal kenapa truk banyak mundur dalam kaitan tanjakan ekstrem bypass ini, “ungkapnya.
Hal senada disampaikan pengguna jalan lainya. Mereka mempercayai adanya makhluk lain di kehidupan ini, namun tidak melihatnya sebagai penyebab seringnya laka truk mundur di bypass Sumpallabbu.
Mereka mengingatkan agar setiap akan berkendara selalu menyempatkan waktu memeriksa kelayakan kendaraan, berdoa, berzikir dalam hati saat berkendara dan berkendara yang baik di jalan yang semestinya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak enam truk kontainer terjebak macet di jalan Bypass Sumpallabbu (Jelloe) Desa Timusu -Tea Musu, Senin (01/07/2026). Sejumlah truk terjebak macet sejak Sabtu sore (30/05) hingga Senin (01/05/2026) lantaran sudah terlanjur masuk di jalur bypass tersebut dan kesulitan untuk maju ataupun mundur.
Pantauan media siang ini, sejumlah truk terjebak macet masih berada di jalan tersebut. Truk terkebak macet lantaran terlanjur masuk di jalur bypass dan kesulitan untuk putar balik di tanjakan. Sopir baru mengetahui secara pasti ada kendaraan melintang di tanjakan bypass saat akan menuruni atau berada di area tanjakan tersebut.
“Ini seperti makan buah simalakama, serba salah, mau maju tak bisa, mau mundur juga tak bisa. Jadinya kasihan melihat mereka, smeoga segera ada bisa bantu agar kendaraan ini bisa segera bergeser dari jalan, ” ungkap salah satu pengguna jalan yang enggan disebut namanya, Senin (01/07/2026).
Diberitakan sebelumnya, laka lantas mobil box juga alami gagal nanjak di ruas jalan Bypass Sumpallabbu atau jelloe, Sabtu (26/4/2026). Saat itu, hingga Ahad pagi (27/4/2026) mobil box masih di TKP. Ban Mobil box tampak terperosok masuk area drainase jalan sehingga menyulitkan untuk kembali ke jalan.
Sebelumnya pula masyarakat pengguna jalan telah mendesak pihak terkait agar segera memasang rambu jalan di area sebelum masuk jalur bypass tersebut. Pasalnya di jalan ini kerab terjadi lakalantas truk gagal nanjak hingga terjungkal.
Pantauan media, terbaru insiden truk kontainer gagal nanjak hingga terjungkal di jalan Bypass Sumpallabbu. Informasi diperoleh tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun memicu kemacetan di jalan tersebut.
Tak hanya picu kemacetan, pasca insiden truk terjungkal, masyarakat pengguna jalan mengaku was-was melewati jalan Bypass Sumpallabbu. Mereka khawatir melintas di tanjakan ekstrem yang juga sering dilewati truk kontainer bermuatan berat itu.
“Kita jadi takut lewat, bayangkan saat kita ada di belakang dan truk mundur, kan bahaya. Apalagi sudah sering sekali terjadi. Sebaiknya segera pasangi rambu jalan, agar kendaraan bisa lewat diperjelas”ungkap salah satu pengguna jalan.
Hal senada disampaikan masyarakat pengguna jalan lainnya. Mereka bahkan menilai sudah saatnya diberi tanda peringatan, agar truk kontainer bermuatan berat tidak melewati jalan tersebut. Rambu peringatan dinilai sebagai kebaikan sesama pengguna jalan.
“Mungkin sebaiknya segera diberi tanda peringatan, agar tidak melewati jalan itu, teruntuk mobil besar yang kemungkinan tidak mampu nanjak di jalan itu, agar terhindar dari kejadian yang tak diinginkan, sebab ini bukanlah peristiwa pertama, “ungkapnya.
Hingga berita ini dirilis pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi.*











