Daerah

Bupati Bone Kawal Investasi Migas, Siap Jadikan Bone Pusat Energi Baru

69
×

Bupati Bone Kawal Investasi Migas, Siap Jadikan Bone Pusat Energi Baru

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BALIKPAPAN— Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk menjadikan daerahnya sebagai salah satu pusat pengembangan energi nasional semakin menguat. Hal ini ditandai dengan kegiatan sosialisasi usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) yang mempertemukan pemerintah daerah dengan investor, sebagai tindak lanjut kerja sama antara pemerintah dan Energy Equity Epic Sengkang (EEES).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Astara, Selasa (21/4/2026), dihadiri langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman.

Bupati Bone menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk komitmen untuk mengawal kepentingan masyarakat.

“Ini adalah momentum penting. Bone kini menjadi pusat perhatian dalam pengembangan energi. Kami menyambut baik dan siap mengawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bupati menekankan, kegiatan eksplorasi migas tidak boleh berhenti pada tahap pengeboran semata, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap berperan sebagai fasilitator, termasuk dalam percepatan proses perizinan agar investasi dapat segera direalisasikan.

Baca Juga:  Sisir Data By Name By Address, Dinsos Bone Temukan Ribuan Peserta JKN PBI APBD Tak Valid

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan bersama terhadap jalannya investasi tersebut.

“Dengan nilai investasi yang besar, kita wajib memastikan ini tepat sasaran. Mari kita kawal bersama, kita support bersama,” tegasnya.

Selain aspek ekonomi, Bupati turut menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal. Ia menyebut masih banyak warga yang membutuhkan akses pekerjaan.

“Kami berharap ada keterlibatan masyarakat sebagai tenaga kerja. Ini bukan hanya soal energi, tapi juga soal kesejahteraan,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager EEES wilayah Wajo, Farid Gaffar, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah Bone dan Wajo. Ia menjelaskan, pengalaman EEES sejak 1997 di Kabupaten Wajo menjadi modal penting untuk ekspansi ke Bone.

Selama ini, produksi gas di Wajo telah dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik serta jaringan gas rumah tangga yang menjangkau sekitar 20 ribu pelanggan.

Baca Juga:  Pemprov Sulsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah TPPO dan Kekerasan terhadap Perempuan-Anak

“Ke depan, kami akan mulai kegiatan di Bone, diawali survei seismik dua dimensi, kemudian ditargetkan pengeboran sumur eksplorasi di wilayah Dua Boccoe pada akhir tahun,” jelasnya.

Ia juga membuka peluang pengembangan jaringan gas kota (city gas) di Bone melalui pengajuan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), apabila proyek berjalan sesuai rencana.

Dari sisi regulator, Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Kalimantan-Sulawesi, Azhari Idris, menegaskan bahwa industri hulu migas merupakan sektor yang kompleks dan berisiko tinggi.

“Kegiatan ini membutuhkan teknologi tinggi, modal besar, dan berisiko tinggi. Namun ini adalah kegiatan negara yang bertujuan untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim SKK Migas terus melakukan pengawasan intensif di wilayah Kalimantan dan Sulawesi guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar serta memberikan manfaat optimal bagi negara.

Baca Juga:  Danyon C Pelopor Pimpin Brimob Sulsel   Ke Papua

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang dinilai strategis dalam membuka peluang investasi migas di Bone. Harapannya, investasi tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperluas akses energi bagi masyarakat.

Jika seluruh pihak konsisten mengawal, langkah ini diyakini dapat menjadi fondasi kuat bagi Bone menuju salah satu pusat energi masa depan di Indonesia.

(Ju*)

Tinggalkan Balasan