Hukum

Polres Bone Selidiki Kasus Perundungan Siswi di Lapri yang Viral di Medsos

208
×

Polres Bone Selidiki Kasus Perundungan Siswi di Lapri yang Viral di Medsos

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID, BONE– Kepolisian Resor (Polres) Bone mulai melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan perundungan terhadap seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang videonya viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Lappariaja(Lapri), Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan menuai kecaman luas dari masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji, mengatakan bahwa laporan resmi terkait kejadian itu baru diterima pihaknya pada Selasa (10/2/2026) siang. Setelah menerima laporan, polisi langsung menyiapkan langkah-langkah awal untuk melakukan klarifikasi.

“Laporannya baru kami terima tadi siang. Kami akan memulai pemeriksaan dengan memanggil saksi-saksi, tentunya didampingi orang tua serta pihak-pihak terkait,” kata AKP Alvin Aji, Selasa malam.

Baca Juga:  Resmob Polres Bone Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan, Motifnya Gegara Tersinggung Ucapan Korban

Ia menegaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan atau menetapkan siapa pelaku sebelum seluruh proses klarifikasi dan pengumpulan keterangan selesai dilakukan.

“Kami belum bisa memastikan dugaan awalnya. Semua harus kami klarifikasi terlebih dahulu, termasuk dari pihak pelapor,” ujarnya.

Sebelumnya, publik Bone dihebohkan oleh beredarnya sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan seorang remaja perempuan menjadi korban perundungan. Dalam rekaman itu, korban tampak ditampar berulang kali oleh beberapa remaja perempuan lain yang diduga masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama (SMP).

Kondisi semakin memprihatinkan karena terdengar suara seseorang yang diduga memprovokasi, seolah menyemangati tindakan kekerasan tersebut. Aksi perundungan itu disebut terjadi di area belakang salah satu sekolah SMP di Kecamatan Lappariaja.

Baca Juga:  Pecat 2 Anggotanya, Kapolres Bone : Tidak Ada Ruang Bagi Penyalahguna Narkoba

Korban yang diketahui berinisial PA terlihat tak berdaya saat dikelilingi oleh sejumlah remaja sebaya yang terus mengintimidasi dan melakukan kekerasan fisik. Kasus ini pun kembali mengingatkan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan lingkungan dalam mencegah terjadinya perundungan di kalangan pelajar.

(Ju)*